Menurut Rizal, pembangunan jalan dan jembatan ini akan memberikan dampak besar terhadap konektivitas wilayah, peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat, dan percepatan pembangunan daerah.
“Di tengah efisiensi anggaran, kami sangat mengapresiasi komitmen Bapak Gubernur Anwar Hafid yang tetap menempatkan pembangunan infrastruktur sebagai prioritas. Jalan yang baik bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka peluang ekonomi, memperlancar distribusi hasil produksi, dan mempercepat kemajuan daerah. Masyarakat Sigi tentu merasakan langsung manfaat dari pembangunan ini,” ujar Mohamad Rizal Intjenae.
Pembangunan di tahun ini mencakup 24 paket pekerjaan jalan dan jembatan yang tersebar di Kabupaten Sigi, Tolitoli, Morowali Utara, Poso, Banggai, Banggai Kepulauan, Banggai Laut, Buol, Parigi Moutong, Morowali, Tojo Una-Una, dan Donggala.
Beberapa ruas strategis yang menjadi prioritas antara lain Palu–Kulawi di Kabupaten Sigi, Simpang Lampasio–Muliasari di Kabupaten Tolitoli, Pape–Tomata dan Beteleme–Nuha di Morowali Utara.
Selanjutnya, Tonusu–Meko dan Meko–Pendolo di Kabupaten Poso, Pangkalaseang–Balantak–Sobol, Poh–Siuna–Mayayap–Bualemo, serta Balingara–Longge Atas–Dataran Bulan di Kabupaten Banggai, hingga Sabang–Baas di Kabupaten Banggai Kepulauan dan Muliasari–Kokobuka–Air Terang–Kalikulango di Kabupaten Buol.
Selain rekonstruksi jalan provinsi, program ini juga mencakup pembangunan dan rehabilitasi sejumlah jalan desa, pembukaan akses baru antarkawasan, serta penggantian dan pembangunan jembatan yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
**
Penulis: Agung Ramadhan


Leave a comment