Home Index WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun
IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

2
Kantor pusat WhatsApp di Menlo Park, California. (Foto: Marissa/Rest of World)

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir. Berbagai modus seringkali berjalan tanpa disadari sebelumnya akhirnya terjadi pemblokiran.

Dalam Laporan Bloomberg Technoz, Analis dan pengamat keamanan siber Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengatakan sebagian kasus tersebut diperkirakan berkaitan dengan pengambilalihan akun yang kemudian dimanfaatkan untuk menyebarkan spam judi online.

“Ada yang setelah mengungkapkan menemukan siaran judi online ke nomor-nomor tidak dikenal, padahal merasa tidak pernah mengirimnya,” kata Alfons dalam keterangannya dikutip Kamis (13/8/2026)

Menurutnya, pola tersebut menunjukkan adanya kemungkinan bahwa akun Whatsapp digunakan pihak lain tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Dalam penelitiannya, Alfons menemukan tiga modus yang perlu diwaspadai pengguna, antara lain penyewaan akun, penautan perangkat melalui kode QR, hingga pencurian sesi WhatsApp Web.

Modus pertama, adalah menyewakan akun WhatsApp. Pengguna dapat direkrut melalui tawaran pekerjaan atau ketidakseimbangan tertentu untuk memberikan akses terhadap akunnya.

“Akun yang disewakan tersebut kemudian digunakan untuk menyebarkan spam judi online,” ujar Alfons.

Ia mengatakan modus tersebut bukanlah fenomena yang sepenuhnya baru. Alfons mencontohkan cuplikan kasus di Palembang yang menurutnya melibatkan sindikat penjualan sekitar 50.000 nomor WhatsApp.

Dalam kondisi tersebut, pemilik akun tidak dapat mengetahui aktivitas yang dilakukan menggunakan akunnya. Namun aktivitas pengiriman spam tetap berasal dari akun tersebut sehingga berpotensi memicu sistem pemblokiran WhatsApp.

Modus selanjutnya, yakni memanfaatkan fitur resmi WhatsApp, Linked Device atau Perangkat Tertaut. Alfons menjelaskan pelaku hanya membutuhkan akses fisik ke ponsel korban untuk menghubungkan perangkat lain dengan mengkodekan kode QR.

“Dengan akses fisik sebentar saja ke HP korban, pelaku bisa memindai QR dan menghubungkan perangkat lain ke akun WhatsApp korban,” kata Alfons.

Setelah perangkat tersebut tersambung, pelaku dapat mengakses akun melalui perangkatnya sendiri. Pemilik akun yang tidak rutin memeriksa daftar perangkat tertaut secara langsung tidak menyadari adanya perangkat asing yang terhubung.

Alfons juga mengingatkan pengguna untuk menghindari aplikasi WhatsApp tidak resmi seperti GB WhatsApp atau FM WhatsApp karena penggunaan aplikasi modifikasi dapat menjadi salah satu faktor pemblokiran akun.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...

EkoBizIndex

Bisnis Perhotelan Imbas Efisiensi Anggaran, Santika Palu: Kita Harus Survive

KONEQ.ID – General Manager Hotel Santika Palu, Buntoro Basuki Rahmat mengatakan bahwa...