KONEQ.ID – Philippine Institute of Volcanology and Seismology (PHIVOLCS) mencatat lebih dari 1.000 gempa susulan terjadi dalam sehari setelah gempa dahsyat berkekuatan 7,8 magnitud yang melanda lepas pantai Sarangani di Filipina, Selasa (9/6/2026) pagi.
Dilansir The Straits Times, Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs) melaporkan bahwa terdapat aktivitas seismik yang berkelanjutan di dekat pusat gempa, dengan kekuatan berkisar antara 1,3 hingga 6,7 magnitud.
“Gempa bumi berkekuatan 7,8 magnitud melanda lepas pantai Maasim, Sarangani, pada pukul 7.37 pagi tanggal 8 Juni, memicu gelombang tsunami dan menyebabkan kerusakan pada infrastruktur, fasilitas listrik dan komunikasi di beberapa bagian Mindanao,” tulis The Straits Times dalam keterangannya.
Phivolcs sebelumnya memperingatkan bahwa gempa susulan dapat berlanjut selama lebih dari sebulan.
Gempa bumi yang melanda Filipina selatan, General Santos, pada 8 Juni tercatat menewaskan sedikitnya 35 orang, meruntuhkan bangunan, dan memicu peringatan tsunami di seluruh wilayah tersebut. Bahkan getaran terasa kuat hingga sejauh 420 kilometer, mencapai wilayah Sulawesi Utara dan Tengah, Indonesia.
Ini adalah gempa terkuat yang mengguncang Filipina sejak tahun 1976, dan yang terkuat secara global pada tahun 2026 ini berdasarkan data dari Survei Geologi Amerika Serikat.
Adapun peringatan tsunami dibatalkan setelah lebih dari enam jam di wiliayah Filipina selatan, Indonesia utara, dan negara bagian Sabah di pulau Kalimantan, Malaysia.
“Mereka memutuskan ini karena, meskipun ada laporan, ketinggian tsunami tidak cukup tinggi untuk menyebabkan kerusakan,” kata Teresito Bacolcol, kepala badan seismologi Filipina.
Dia mengatakan gelombang tertinggi yang terukur berada pada ketinggian 1,48 meter di lepas pantai kota Kiamba, provinsi Sarangani, Filipina.
Arahan Evakuasi
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. menangguhkan kegiatan belajar mengajar di seluruh pulau Mindanao, sambil menyerukan kepada warga di daerah pesisir untuk segera mengungsi.
“Pindahlah ke tempat yang lebih tinggi sekarang juga. Jangan menunggu. “Hidupmu lebih penting daripada apa pun yang tertinggal,” katanya dalam keterangan The Straits Times dikutip, Selasa (9/6).
Di Kiamba, sebuah kota pesisir dekat pusat gempa, sekitar 50.000 penduduk telah melakukan evakuasi.
Kepala penanggulangan bencana setempat, Agripino Dacera menyampaikan, bahwa terdapat 80 persen penduduk telah pindah ke tempat yang lebih tinggi.
“Semua desa di sepanjang pantai telah diinstruksikan untuk menuju ke pusat-pusat evakuasi.”
Kementerian Pendidikan Filipina menangguhkan kegiatan belajar mengajar di hampir 6.000 sekolah di seluruh wilayah yang terdampak.
Maskapai penerbangan lokal Philippine Airlines dan Cebu Pacific membatalkan setidaknya 17 penerbangan pada rute yang menghubungkan ibu kota Manila dengan kota-kota di wilayah tengah dan selatan seperti Cebu, Iloilo, dan General Santos.
Gempa bumi terjadi hampir setiap hari di Filipina, yang terletak di “Cincin Api” Pasifik, sebuah busur aktivitas seismik intens yang membentang dari Jepang melalui Asia Tenggara dan melintasi cekungan Pasifik.
**
Penulis: Agung Ramadhan


Leave a comment