Home EkoBiz Bisnis Perhotelan Imbas Efisiensi Anggaran, Santika Palu: Kita Harus Survive
EkoBizIndex

Bisnis Perhotelan Imbas Efisiensi Anggaran, Santika Palu: Kita Harus Survive

79
General Manager Hotel Santika Palu, Buntoro Basuki Rahmat. (Foto: Agung)

KONEQ.ID – General Manager Hotel Santika Palu, Buntoro Basuki Rahmat mengatakan bahwa bisnis perhotelan saat ini harus mampu bertahan atau survive dalam menghadapi tantangan ekonomi.

Buntoro mengungkapkan pendapatan bisnis Hotel Santika Palu sepanjang periode semester I tahun 2026 masih lebih banyak dari pihak korporasi dibanding pemerintah. Ia menduga hal tersebut imbas dari kebijakan efisiensi anggaran yang berdampak terhadap sektor perhotelan.

“Isu efisiensi ini sebenarnya kan sudah ada dari akhir tahun lalu. Di tahun ini, kita sudah tahu setiap kali triwulan kita harus betul-betul melakukan Analisa. Hal terpenting adalah kita harus survive dan usahakan semua bisa tetap berjalan,” jelas Buntor kepada kepada Koneq.id, Kamis (6/8/2026).

Buntoro menjelaskan secara umum bahwa ekonomi saat ini tersentralisasi, kebijakan pemerintah akan berpengaruh ke banyak hal, termasuk sektor perhotelan.

Lebih lanjut, menurut Dia, keberadaan hotel-hotel berbintang dengan berbagai fasilitas, seperti ruang meeting dan sebagainya, dibuat untuk memfasilitasi kegiatan pemerintah.

“Jadi kalau ada acara meeting, seminar, dan sebagainya itu juga bagian dari ekosistemnya dan akan saling terhubung dan berkelanjutan. Ada event, ada dana, sehingga memberikan pendapatan yang akhirnya menjadi pajak negara. Kan begitu?,” paparnya.

Buntoro juga membandingkan pendapatan sepanjang periode semester pertama di tahun ini lebih berkurang dari tahun sebelumnya. Adapun berbagai kegiatan pariwisata daerah, menurut Dia, juga tidak berdampak signifikan ke sektor perhotelan.

“Belum ada dampak signifikan dari kegiatan pariwisata daerah ke perhotelan. Ke depannya, hotel Santika tetap optimis ekonomi akan lebih baik. Hal terpenting adalah kita harus survive,” tutup Buntoro.

Secara umum di wilayah Sulawesi Tengah, berdasarkan data BPS, Senin (3/8/2026), jumlah perjalanan wisatawan nusantara (Wisnus) periode semester I (Januari-Juni) 2026 meningkat sebesar 5,91%, dari 5,76 Juta perjalanan di tahun 2025 menjadi 6,11 Juta di tahun 2026. Namun secara tahunan (yoy) periode Juni terjadi penurunan sebesar 2,94%, yaitu 1,04 juta menjadi 1,01 juta.

Sementara itu, Rata-rata Lama Menginap Tamu (RLMT) hotel bintang pada Juni 2026 tercatat 1,55 hari. Angka tersebut secara tahunan (yoy) mengalami penurunan -0,11 poin dibandingkan Juni 2025 tercatat 1,66 hari. Sedangkan, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel bintang pada Juni 2026 sebesar 51,47 persen, meningkat 0,66 persen dibandingkan periode Juni 2025 tercatat 50,81 persen.

Meski demikian, saat ini bisnis perhotelan, terutama hotel berbintang dan kegiatan pariwisata masih dinilai belum mampu berjalan optimal dan terintegrasi dalam pertumbuhan ekonomi dan bisnis di daerah.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...