Menurut Wijayanto, Purbaya sering mengkritik dan menyalahkan berbagai kebijakan BI secara terbuka, sementara Perry sesekali memberikan respons terhadap kritik tersebut. Dia memperingatkan bahwa perselisihan terbuka antarpejabat ekonomi dapat merusak kredibilitas pemerintah.
Sementera itu, Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, Jahen Rezki, menilai kebijakan injeksi likuiditas pemerintah berpotensi mengurangi dampak kenaikan suku bunga yang dilakukan BI.
Setelah ditunjuk sebagai pelaksana tugas Gubernur BI, Destry Damayanti bertemu dengan Purbaya, Senin, dan membahas kebijakan likuiditas, menurut sumber kedua.
Pengunduran Diri yang Mengejutkan
Perry Warjiyo menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Sabtu, hanya sehari setelah menghadiri pertemuan dengan analis dan investor di Singapura untuk membahas kebijakan moneter Indonesia.
Sumber kedua mengatakan para pejabat BI berupaya memastikan kabar mengenai pengunduran diri Perry sepanjang akhir pekan. Destry bahkan mempersingkat perjalanan kerja di Bali dan segera kembali ke Jakarta.
Pada Senin pagi, Perry disebut berbicara kepada jajaran dewan gubernur BI melalui pertemuan daring. Sumber tersebut mengatakan komunikasi resmi yang disampaikan kepada publik adalah Perry mengundurkan diri secara sukarela.
Perry Warjiyo, yang menghabiskan empat dekade berkarier di Bank Indonesia, tidak hadir secara langsung dalam pengumuman pengunduran dirinya dan tidak mengeluarkan pernyataan pribadi.
Juru bicara Presiden Prabowo mengatakan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya tekanan dari pemerintah yang menyebabkan pengunduran diri Perry merupakan “spekulasi”.
Pergantian mendadak di pucuk pimpinan Bank Indonesia ini terjadi ketika pemerintah tengah berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara bank sentral menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah, inflasi, serta mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter di mata pasar.
**
Editor: Agung Ramadhan












Leave a comment