Home Index Di Balik Pengunduran Diri Gubernur BI: Perseteruan Kebijakan Likuiditas dan Rupiah
IndexPemerintah

Di Balik Pengunduran Diri Gubernur BI: Perseteruan Kebijakan Likuiditas dan Rupiah

150
Transaksi Rupiah di Money Changer. (Foto: REUTERS/Ajeng)

Menurut Wijayanto, Purbaya sering mengkritik dan menyalahkan berbagai kebijakan BI secara terbuka, sementara Perry sesekali memberikan respons terhadap kritik tersebut. Dia memperingatkan bahwa perselisihan terbuka antarpejabat ekonomi dapat merusak kredibilitas pemerintah.

Sementera itu, Ekonom Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia, Jahen Rezki, menilai kebijakan injeksi likuiditas pemerintah berpotensi mengurangi dampak kenaikan suku bunga yang dilakukan BI.

Setelah ditunjuk sebagai pelaksana tugas Gubernur BI, Destry Damayanti bertemu dengan Purbaya, Senin, dan membahas kebijakan likuiditas, menurut sumber kedua.

Pengunduran Diri yang Mengejutkan

Perry Warjiyo menyerahkan surat pengunduran dirinya pada Sabtu, hanya sehari setelah menghadiri pertemuan dengan analis dan investor di Singapura untuk membahas kebijakan moneter Indonesia.

Sumber kedua mengatakan para pejabat BI berupaya memastikan kabar mengenai pengunduran diri Perry sepanjang akhir pekan. Destry bahkan mempersingkat perjalanan kerja di Bali dan segera kembali ke Jakarta.

Pada Senin pagi, Perry disebut berbicara kepada jajaran dewan gubernur BI melalui pertemuan daring. Sumber tersebut mengatakan komunikasi resmi yang disampaikan kepada publik adalah Perry mengundurkan diri secara sukarela.

Perry Warjiyo, yang menghabiskan empat dekade berkarier di Bank Indonesia, tidak hadir secara langsung dalam pengumuman pengunduran dirinya dan tidak mengeluarkan pernyataan pribadi.

Juru bicara Presiden Prabowo mengatakan pertanyaan mengenai kemungkinan adanya tekanan dari pemerintah yang menyebabkan pengunduran diri Perry merupakan “spekulasi”.

Pergantian mendadak di pucuk pimpinan Bank Indonesia ini terjadi ketika pemerintah tengah berupaya mempercepat pertumbuhan ekonomi, sementara bank sentral menghadapi tantangan menjaga stabilitas rupiah, inflasi, serta mempertahankan kredibilitas kebijakan moneter di mata pasar.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...