Home Index Kemenekraf-BRIN Jalin Sinergi Riset dan Inovasi, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif
IndexPemerintah

Kemenekraf-BRIN Jalin Sinergi Riset dan Inovasi, Perkuat Ekosistem Ekonomi Kreatif

69
Pertemuan Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya dan Kepala BRIN, Arif Satria beserta jajaran. (Foto: Kemenekraf)

KONEQ.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjalin sinergi di bidang riset dan inovasi untuk memperkuat pengembangan ekosistem ekonomi kreatif nasional.

Kolaborasi keduanya menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) yang menjadi bagian dari implementasi Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026–2045 melalui penguatan kebijakan berbasis data, riset, dan kajian ilmiah.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menyampaikan langkah ini menjadi komitmen bersama dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang semakin kuat melalui pendekatan evidence-based policy.

“BRIN telah menjadi partner strategis dalam penyusunan kajian-kajian ekonomi kreatif di tahun 2026 dan melalui penandatanganan MoU ini kami menyambut baik penguatan kolaborasi dalam mengimplementasikan Rindekraf 2026–2045 melalui kebijakan berbasis data, riset, dan kajian ilmiah,” ujar Menteri Ekraf di Kantor BRIN, Jakarta, Selasa (28/7/2026).

Kementerian Ekraf dan BRIN akan menjalankan empat rencana aksi utama, yakni strategi pengembangan riset, fasilitasi pendanaan dan pembiayaan, strategi fasilitasi kekayaan intelektual, serta pelindungan hasil kreativitas.

Keempatnya akan diimplementasikan melalui pengembangan kajian dan riset ekonomi kreatif, pertukaran serta pemanfaatan data dan informasi, pengembangan skema seed funding pada subsektor prioritas, fasilitasi pemanfaatan kekayaan intelektual, hingga penguatan pelindungan dan konservasi warisan budaya Indonesia.

Sinergi tersebut juga akan mendukung pelaksanaan tiga program flagship Kementerian Ekraf, yaitu Aktivasi Desa Kreatif, Aktivasi Creative Hub atau Ruang Kreatif, serta Creative by Indonesia.

Ketiga program tersebut menjadi ruang kolaborasi strategis bersama BRIN dalam pengembangan talenta, riset, inovasi, hilirisasi karya kreatif, serta mendorong komersialisasi kekayaan intelektual agar mampu meningkatkan daya saing ekonomi kreatif Indonesia.

“Ekonomi kreatif ini ekonomi yang tidak ada habisnya. Ini unlimited resources. Kreativitas itu unlimited. Karena itu ekonomi kreatif menjadi andalan ke depan, BRIN siap mendukung. Banyak hal yang bisa kita perkuat dari sisi riset dan inovasi dari bidang-bidang yang menurut Kementerian Ekraf begitu strategis,” ujar Kepala BRIN, Arif Satria.

Selain mendukung implementasi Rindekraf, kolaborasi kedua lembaga juga diarahkan untuk memperkuat penyelenggaraan The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan digelar pada 21–23 Oktober 2026 di Jakarta.

Kemenekraf berharap BRIN dapat berpartisipasi aktif melalui Creative Session sebagai wadah diseminasi hasil riset dan inovasi ekonomi kreatif, sehingga kontribusi akademisi dapat memperkuat pengembangan kebijakan berbasis bukti serta posisi Indonesia sebagai rujukan ekonomi kreatif di tingkat global,” tutup Menteri Ekraf.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...