Dilansir IDXChannel dalam kesempatan yang sama, OJK menargetkan pasar modal berperan signifikan dalam memenuhi kebutuhan investasi nasional dengan proyeksi mencapai Rp47.573 triliun pada periode 2025-2029.
Dari total tersebut, pasar modal diharapkan mampu menyumbang sekitar 3,81 persen atau setara Rp1.812 triliun. Instrumen seperti saham, obligasi, dan produk investasi lainnya dinilai mampu mengisi kesenjangan kebutuhan pendanaan.
“Hal ini mencerminkan besarnya potensi pasar modal. Sebagai salah satu pilar utama pendukung pembiayaan ekonomi nasional kita,” ujar Hasan.
Ia mengatakan peluncuran Program PINTAR Reksa Dana menjadi momentum strategis dalam upaya OJK dan seluruh stakeholders untuk mendorong dan mempercepat inklusi investasi.
“Pendalaman pasar harus dilakukan secara terintegrasi melalui upaya sinergi dari seluruh stakeholders. Program PINTAR Reksa Dana yang dikolaborasikan dengan Program SIMUDA merupakan langkah konkret. Untuk memperluas akses dan juga mendorong partisipasi masyarakat lebih luas termasuk investor pemula,” kata Hasan.
Lanjutnya, OJK juga mendorong partisipasi aktif asosiasi dalam melakukan mekanisme self-control. Selain itu mengenal perilaku market conduct yang dilakukan anggota sebagai bentuk pencegahan dini terhadap potensi praktik yang tidak sesuai dengan ketentuan.
“Pendalaman pasar tidak hanya diukur dengan peningkatan angka jumlah investor, akan tetapi juga upaya memperkuat kualitas ekosistem pasar. Pelaku industri diharapkan terus berperan aktif sebagai garda terdepan dalam memberikan edukasi kepada masyarakat,” paparnya.
**
Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment