KONEQ.ID – Gempa tektonik dengan magnitude 6,7 terjadi pada pukul 11.27 WITA, Selasa (16/6/2026), berpusat di Kecamatan Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah. Gempa tersebut juga dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di Kota Palu, Sigi, Donggala, Poso, dan sekitarnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merespon kejadian tersebut dan merilis informasi pendahuluan melalui kanal media resminya.
“Dengan memperhatikan lokasi dan kedalaman epicenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat sesar aktif. Hasil analisis sumber-sumber gempa, menunjukan bahwa gempa bumi memiliki intensitas pergerakan geser turun atau oblique normal,” ungkap BMKG dalam keterangannya.
Adapun hasil pemodelan dari BMKG menunjukan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami.
Lebih lanjut, BMKG menyampaikan akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan dan ketinggian tsunami berdasarkan observasi tinggi muka laut, serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
BMKG juga memberikan himbauan kepada masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Selain itu BMKG juga menghimbau agar masyarakat menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi, melakukan evakuasi bagi yang berada di wilayah dengan status AWAS dan SIAGA, serta menjauhi pantai dan tepian sungai bagi yang berada di wilayah dengan status WASPADA.
Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.
Diketahui dari berbagai sumber informasi yang beredar di masyarakat Kota Palu, tersebar sejumlah video kerusakan sejumlah sarana dan prasarana, mulai dari milik pribadi, bisnis, serta fasilitas umum seperti jembatan serta bangunan publik. Keterangan informasi tersebut sampai saat berita ini dirilis dalam konfirmasi lebih lanjut.
**
Penulis: Agung Ramadhan


Leave a comment