Selasa , 28 April 2026
Home EkoBiz BI Dorong Ekonomi Berbasis Permintaan Domestik, Optimalkan Pembiayaan Produktif
EkoBizIndex

BI Dorong Ekonomi Berbasis Permintaan Domestik, Optimalkan Pembiayaan Produktif

3
Gubernur BI, Menko Bidang Perekonomian, serta jajaran. (Sumber: Dok. BI)

KONEQ.ID – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia perlu terus didorong berbasis permintaan domestik di tengah kondisi global yang tidak kondusif. Hal tersebut diungkapkan dalam kegiatan bertajuk, “Percepatan Intermediasi Indonesia (PINISI 2026), berlangsund di kantor BI, Jakarta, Senin (27/4/2026).

Bank Indonesia bersama Pemerintah, otoritas terkait, perbankan, investor, dan pelaku usaha mempererat langkah bersama dalam memperkuat optimisme, mempercepat penyaluran pembiayaan ke sektor riil, serta mengatasi berbagai hambatan intermediasi.

Perry menyebut tiga tantangan utama. Pertama, membangkitkan kepercayaan pelaku usaha serta mempertemukan pembiayaan dengan proyek prioritas nasional. Kedua, memperkuat mesin pertumbuhan domestik dan kapasitas pembiayaan. Ketiga, memastikan kebijakan yang telah ditempuh dapat ditransmisikan secara efektif ke aktivitas ekonomi.

“Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2026 sebesar 4,9–5,7% dan terus tumbuh meningkat. BI memperkuat bauran kebijakan. Termasuk kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan,” ujar Perry dalam keterangannya.

Perry juga berharap ini dapat memperkuat optimisme pelaku usaha sekaligus mendorong pembiayaan mengalir lebih optimal ke sektor produktif.

Turut hadir pada momen tersebut para pimpinan dari Kementerian Keuangan, Kementerian terkait lainnya, Danantara, Pelaku Usaha, investor domestik serta investor global dari berbagai negara.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menekankan pentingnya peran sektor keuangan sebagai motor pembiayaan pembangunan.

“Sektor jasa keuangan memegang peran strategis sebagai motor pembiayaan pembangunan. Kredit harus tumbuh sehat, menjangkau UMKM, dan sektor yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja,” paparnya.

Ia menjelaskan bahwa Pemerintah terus mendorong pembiayaan sektor produktif. Realisasi Kredit Program yang hingga 31 Maret 2026 telah mencapai Rp78,39 triliun atau sekitar 24,88% dari target 2026. Untuk itu, seluruh pemangku kepentingan perlu bersama-sama memperkuat pembiayaan sektor produktif.

“Keberhasilan agenda ini tidak bisa dikerjakan sendiri oleh Pemerintah. Kekuatan PINISI justru terletak pada peran komplementer seluruh pihak,” ujar Airlangga.

Lebih lanjut, BI terus memperkuat bauran kebijakan, termasuk kebijakan makroprudensial untuk mendorong pertumbuhan kredit dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.

Pada Maret 2026, kredit perbankan tumbuh 9,49% (yoy), meningkat dibandingkan bulan sebelumnya. Deputi Gubernur Senior BI, Destry Damayanti, dalam Policy Dialogue menyampaikan bahwa masih ada ruang yang luas untuk mendorong pembiayaan terutama ke sektor produktif.

“Pemanfaatan pembiayaan perbankan masih dapat ditingkatkan terutama dengan mengoptimalkan fasilitas pinjaman yang belum digunakan (undisbursed loan), yang mencapai Rp2.527,46 triliun atau 22,59% dari total plafon kredit pada Maret 2026,” katanya.

Untuk itu, Bank Indonesia terus mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM). Hal itu untuk  mendorong bank agar menyalurkan kredit ke sektor prioritas Pemerintah dan mempercepat penurunan suku bunga kredit.

Melalui langkah ini, BI bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan menegaskan komitmen untuk mempercepat intermediasi dan mendorong investasi untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

IndexKeuangan

OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana, Dorong Partisipasi di Pasar Modal

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa...

IndexPemerintah

Peringati Hari Otonomi Daerah, Gubernur Sulteng: Intinya Pelayanan Masyarakat

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menggelar upacara peringatan Hari...

IndexPemerintah

Menkeu Purbaya Bakal Perketat Penyaringan Anggaran Program MBG

KONEQ.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bakal memperketat screening...

IndexKorporat

Jangkau Hingga Pelosok Negeri, BSI Agen Tumbuh Signifikan di Kuartal I 2026

KONEQ.ID – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) menjangkau dan memperluas...