KONEQ.ID – Pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan Gubernur Bank Indonesia (BI) didahului oleh perbedaan pandangan yang cukup tajam dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait strategi mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal ini diungkap tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut, seperti dilansir Reuters, di Jakarta, Selasa (28/7/2026).
Keputusan mundur Perry diumumkan secara tiba-tiba, Senin (27/7). Namun, Perry tidak hadir dalam pengumuman tersebut. Pernyataan pengunduran diri disampaikan oleh Deputi Gubernur BI bersama salah satu pejabat tinggi yang dekat dengan Presiden Prabowo Subianto. Mereka hanya menyebut alasan pribadi sebagai penyebab keputusan tersebut.
Laporan Reuters menyampaikan bahwa pengunduran diri Perry terjadi ketika BI berada di bawah tekanan untuk mendukung agenda pertumbuhan ekonomi besar-besaran pemerintahan Prabowo.
Di sisi lain, nilai tukar rupiah sempat terpuruk hingga mencapai level terendah sepanjang sejarah pada Juni lalu akibat kekhawatiran pasar terhadap pengelolaan fiskal Indonesia dan independensi bank sentral.
Reuters mengumpulkan tiga sumber yang memiliki informasi langsung mengenai persoalan tersebut, namun meminta identitas mereka dirahasiakan karena khawatir terhadap konsekuensi.
Mereka mengatakan adanya perbedaan pandangan antara Perry dan Purbaya yang semakin menguat dalam beberapa waktu terakhir, terutama terkait kebijakan likuiditas dan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi serta nilai tukar rupiah.
Meski mereka tidak menyatakan secara langsung bahwa perbedaan tersebut menjadi penyebab utama pengunduran diri Perry, konflik pandangan antara kedua pejabat ekonomi itu dikatakan menjadi perdebatan internal yang semakin intens.
Salah satu sumber mengatakan pandangan Purbaya yang menginginkan likuiditas melimpah berseberangan dengan upaya BI mengelola stabilitas nilai tukar rupiah.
“Purbaya menginginkan likuiditas yang sangat longgar, tetapi situasinya saat ini adalah tekanan terhadap rupiah,” ujar sumber tersebut, seraya menyebut Purbaya memiliki pengaruh besar terhadap Presiden Prabowo.
Juru bicara Purbaya, Presiden Prabowo, dan Bank Indonesia tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Perry juga tidak dapat dihubungi untuk memberikan pernyataan. Kementerian Keuangan memilih tidak berkomentar.
Perbedaan Strategi Likuiditas
Bank Indonesia menaikkan suku bunga sebesar 100 basis poin sejak Mei sebagai bagian dari kebijakan pengetatan moneter. Langkah tersebut bertujuan meningkatkan daya tarik aset berbasis rupiah bagi investor asing sekaligus menopang nilai tukar mata uang nasional.












Leave a comment