KONEQ.ID – Delegasi Republik Indonesia yang dipimpin Wakil Ketua DPR RI Sari Yuliati menggelar pertemuan bilateral dengan jajaran Wakil Presiden World Bank Group di Kantor Pusat Bank Dunia, Washington DC.
Dilansir dari Parlementaria, pertemuan dalam rangkaian Spring Meetings 2026 ini menjadi ajang penting untuk membahas arah dan prioritas ekonomi Indonesia. Sekaligus memperkuat kerja sama dengan Bank Dunia, IFC, dan MIGA. Pada kesempatan tersebut DPR juga menekankan disiplin fiskal Indonesia.
Hadir pada pertemuan strategis ini, WB VP Felipe (Asia Timur dan Pasifik), IFC VP Sarvesh (Regional Asia Pasifik), dan MIGA VP Junaid (Operasi). Dari pihak Indonesia. Juga hadir pimpinan Komisi XI DPR RI, pimpinan Banggar DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, serta pejabat Bappenas.
Dalam sambutan Pimpinan DPR RI Koordinator Ekonomi dan Keuangan menekankan, bahwa Spring Meetings merupakan forum utama dialog kebijakan ekonomi global.
“Kami sangat menghargai kemitraan yang kuat dan saling menguntungkan dengan World Bank Group, termasuk dukungan dari IFC dan MIGA,” ujar Sari dalam keterangannya dikutip Selasa (21/4/2026).
DPR RI menilai dukungan terpadu yang mencakup pembiayaan negara, investasi sektor swasta, dan mitigasi risiko berperan penting dalam membantu Indonesia menghadapi ketidakpastian global. Dukungan tersebut juga memperkuat stabilitas makroekonomi dan mendorong reformasi struktural.
“World Bank Group sebagai mitra pengetahuan yang andal dalam memberikan panduan kebijakan dan keahlian internasional,” jelas Sari.
Namun, delegasi Indonesia juga menyoroti tantangan global yang semakin kompleks. Perlambatan pertumbuhan di negara besar, ketegangan geopolitik, serta perpecahan geo-ekonomi dinilai memengaruhi perdagangan, investasi, dan rantai pasok.
Selain itu, isu ketahanan energi, pangan, perubahan iklim, dan ketidakpastian perdagangan internasional turut memperberat lanskap kebijakan dunia.
Meski demikian, Sari menambahkan, Indonesia tetap mampu menjaga disiplin fiskal dengan konsisten mempertahankan defisit di bawah 3 persen dari PDB sesuai aturan fiskal.
Kemudian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa turut memaparkan lebih rinci, mengenai keterlibatan Indonesia dengan World Bank Group. Termasuk kerja sama dalam bidang iklim, penciptaan lapangan kerja, reformasi kebijakan, serta proyek pembangunan.
**
Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment