Home Index BPS Palu Sebut Belanja Pemerintah Tidak Signifikan Terhadap Sektor Perhotelan
IndexPemerintah

BPS Palu Sebut Belanja Pemerintah Tidak Signifikan Terhadap Sektor Perhotelan

164
Kepala BPS Kota Palu, Agus Santoso. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Palu, Agus Santoso, menyebut pengaruh belanja Pemerintah terhadap sektor perhotelan di Palu tidak cukup signifikan jika dibandingkan dengan belanja wisatawan umum.

“Perlu dicatat bahwa meskipun belanja pemerintah juga memengaruhi hotel, khususnya hotel bintang, dampaknya tidak terlalu besar,” ungkap Agus saat ditemui usai melaksanakan agenda rapat di Kantor Wali Kota Palu, Senin (9/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa aktivitas ekonomi hotel secara bulanan lebih dipengaruhi oleh wisatawan umum dibandingkan kegiatan pemerintah, yang hanya terbatas pada momen pelatihan atau kegiatan tertentu.

“Diperkirakan pengaruh aktivitas pemerintah terhadap jumlah tamu hotel sekitar 20 persen,” ujarnya.

Agus juga menyampaikan perkembangan sektor perhotelan menunjukkan tren positif pada Desember 2025. Berdasarkan data BPS, jumlah tamu hotel tercatat mengalami peningkatan signifikan, sebesar 17,98 persen secara year on year (Yoy).

Menurutnya, kenaikan ini mengindikasikan adanya pemulihan dan peningkatan aktivitas pariwisata serta mobilitas masyarakat di akhir tahun 2025 lalu.

“Jumlah tamu yang menginap di hotel bintang mencapai 20.207 orang, meningkat signifikan dibandingkan Desember 2024 yang hanya 17.128 orang. Kenaikan ini sebesar 17,98 persen,” terang Agus.

Pada kesempatan berbeda dalam riset yang disampaikan Director Strategic Consulting Cushman & Wakefield Indonesia, Arief Rahardjo menaksir, operator hotel pada tahun 2026 akan berfokus pada diversifikasi pasar dan inovasi produk layanan.

Sementara itu, perhotelan yang sebelumnya berfokus pada tamu dari instansi pemerintah dan badan usaha milik negara, kini meningkatkan layanan dan produk mereka untuk menarik tamu dari perusahaan swasta, asosiasi profesi, komunitas, dan partai politik.

Arief juga menilai beberapa segmen hotel berpotensi pulih lebih cepat. Ia mencontohkan hotel bintang 3 dapat didukung oleh acara non-MICE seperti konser musik, maraton, dan acara lainnya yang mampu menarik pengunjung hotel.

(kq/rr)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...