Home EkoBiz Mayoritas Harga Pangan Naik, Pedagang di Pasar Sebut Masih Normal
EkoBizIndex

Mayoritas Harga Pangan Naik, Pedagang di Pasar Sebut Masih Normal

105
Pasar Tradisional Masomba Kota Palu. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID – Mayoritas komoditas pangan terpantau mengalami kenaikan harga sepekan menjelang Ramadan. Kenaikan harga berlaku mulai dari cabai, daging, gula, telur hingga minyak goreng.

Hal itu terlihat dari data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) oleh Bank Indonesia pada Senin (9/2/2026) pagi, dilansir dari IDX. Sementara di Pasar Tradisional, seperti Masomba Palu terpantau dalam kondisi normal.

Rahmawati (41) seorang pedagang di Pasar Masomba Palu mengatakan aktivitas pembelian masyarakat masih berjalan normal.

“Untuk saat ini belum ada kenaikkan harga dan masyarakat belum ramai membeli, masih seperti pada umumnya. Kalau ramai sekali, paling nanti dekat puasa. Begitu juga dengan Lebaran, biasanya ramai seminggu sebelum Lebaran,” ujarnya saat ditemui di pasar Masomba Palu, Senin (9/2/2026).

Ia menyebutkan harga bawang putih dan bawang merah berada di kisaran Rp50.000 per kilogram, naik dari sebelumnya Rp40.000 hingga Rp45.000.

Rahmawati menambahkan, kenaikan harga biasanya terjadi menjelang momen-momen tertentu seperti puasa dan Lebaran, sehingga pedagang dan konsumen disarankan untuk memantau harga lebih awal.

Data PIHPS menyebut harga bawang merah naik 0,35 persen menjadi Rp43.350 per kg dan bawang putih naik 0,12 persen menjadi Rp40.450 per kg.

Selain itu, cabai merah besar naik 5,53 persen menjadi Rp42.000 per kg dan cabai merah keriting naik 4,99 persen menjadi Rp43.100 per kg.

Untuk cabai rawit hijau kenaikan harga sebesar 3,26 persen menjadi Rp53.900 per kg dan cabai rawit merah naik sebesar 13,02 persen menjadi Rp72.500 per kg.

Sementara itu, daging ayam ras segar naik 1,74 persen menjadi Rp41.000 per kg. Daging sapi kualitas I dan kualitas II masing-masing naik 0,14 dan 0,26 persen menjadi Rp143.250 dan Rp135.600 per kg.

Kenaikan harga juga dialami gula pasir kualitas premium sebesar 0,25 persen menjadi Rp19.850 per kg. Selanjutnya minyak goreng curah naik 0,53 persen menjadi Rp18.950 per kg dan telur ayam naik 0,16 persen menjadi Rp31.500 per kg.

Meski demikian, beberapa komoditas mengalami penurunan harga seperti beras kualitas super II yang turun 0,3 persen menjadi Rp16.650 per kg. Kemudian beras kualitas medium I turun 0,31 persen menjadi Rp15.900 per kg.

Dalam pertemuan Pemerintah Kota Palu (Pemkot Palu) bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Palu, pada Senin (9/2) pagi, menekankan pengendalian inflasi pangan melalui Gerakan Pangan dengan prinsip 3T (Tepat Waktu, Tepat Lokasi, Tepat Sasaran).

Diketahui juga Pemkot Palu merencanakan melakukan sidak ke pasar dan distributor setiap minggu untuk memantau perkembangan harga serta ketersediaan stok dan pasokan pangan.

(kq/rr)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Tanggap Gempa 6,7 SR, Hotel KHAS Palu Pastikan Tidak Ada Kendala

KONEQ.ID – General Manager Hotel KHAS Palu, Denny Supriatna, memastikan bahwa tidak...

IndexKorporat

Sponsor Piala Dunia 2026 Ditaksir Tembus Rp50,4 Triliun

KONEQ.ID – Sponsor piala dunia FIFA 2026 ditaksir tembus senilai USD2,8 miliar...

EkoBizIndex

Hotel BW Plus Coco Palu Beroperasi Normal Pasca Gempa Magnitud 6,7

KONEQ.ID – Manajemen Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu mengatakan bahwa...

HumanioraIndex

Gempa Magnitud 6,7 Berpusat di Torue, BMKG Berikan Himbauan ke Masyarakat Sulteng

KONEQ.ID – Gempa tektonik dengan magnitude 6,7 terjadi pada pukul 11.27 WITA,...