Piala Dunia 2026 menjadi turnamen yang menggunakan struktur kemitraan komersial terbaru FIFA. Dalam skema tersebut, sponsor memperoleh berbagai hak, antara lain penggunaan merek resmi Piala Dunia, eksposur di stadion dan kanal digital FIFA, perlindungan dari praktik ambush marketing, akses program hospitality, hingga peluang aktivasi melalui siaran resmi.
FIFA juga memberikan fleksibilitas kepada sponsor untuk menyesuaikan aktivasi sesuai tujuan bisnis masing-masing. Hak komersial tersebut menjadi salah satu penyumbang utama kinerja keuangan FIFA.
Hyundai, misalnya, membuka FIFA Museum di Rockefeller Plaza, New York, untuk merayakan 27 tahun kemitraannya dengan FIFA. Museum tersebut menghadirkan pameran interaktif, teknologi robotik, dan pengalaman imersif sebagai bagian dari kampanye “Next Starts Now”.
Perusahaan otomotif asal Korea Selatan itu juga meluncurkan program “Next Starts Now Fan Experience” di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko sebagai bagian dari perannya sebagai mitra mobilitas resmi FIFA.
Sementara itu, Coca-Cola menggandeng Panini America untuk meluncurkan stiker edisi terbatas bergambar pemain dari negara peserta Piala Dunia, sekaligus menggelar berbagai aktivasi penggemar di sejumlah negara.
Adidas sebagai pemasok resmi perlengkapan pertandingan juga memproduksi bola resmi turnamen, merchandise, seragam tim nasional, hingga menghadirkan berbagai pengalaman bagi suporter di kota-kota tuan rumah.
Beragam kampanye tersebut menunjukkan bahwa sponsor Piala Dunia kini telah berevolusi dari sekadar penempatan logo menjadi strategi keterlibatan konsumen sepanjang tahun yang ditujukan untuk memperkuat relevansi budaya sekaligus menghasilkan dampak bisnis yang terukur.
**
Editor: Agung Ramadhan


Leave a comment