KONEQ.ID – Perusahaan pakaian (apparel) multinasional, Adidas, menjuarai lanskap bisnis dalam turnamen olahraga sepakbola paling bergensi, Piala Dunia FIFA 2026, yang digelar pada 11 Juni hingga 19 Juli, di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Pertandingan puncak final Piala Dunia 2026, yang mempertemukan Argentina-Spanyol di Stadion MetLife New Jersey, adalah skenario impian bagi Adidas dalam memasarkan mereknya. Pasalnya, Adidas menjadi sponsor bagi kedua tim tersebut.
Terdapat 13 merek yang memproduksi pakaian (jersey) untuk 48 tim nasional di Piala Dunia 2026. Pasar ini didominasi oleh tiga merek utama, yakni Adidas dengan 14 tim, Nike dengan 12 tim, dan Puma dengan 11 tim.
Adapun merek lain yang juga memproduksi jersey timnas meliputi, Kelme, Reebok, Umbro, Kappa, Jako, Marathon, Capelli Sport, Majid Sport, Saeta, dan 7Saber.
Laporan berbagai sumber, sebagai mitra global utama (Tier 1) FIFA, Adidas menggelontorkan investasi sekitar $150 juta hingga lebih dari $200 juta atau sekitar Rp2,3 triliun hingga Rp3,2 triliun per siklus empat tahunan.
Dana tersebut mencakup hak pemasaran global dan penyediaan bola resmi untuk Piala Dunia 2026.
Lebih dari itu, Adidas juga memegang aset komersial paling berharga di turnamen ini, terutama laga final Piala Dunia 2026. Lionel Messi sebagai ikon abadi Adidas akan melakoni tarian terakhirnya di Argentina. Sementara Lamine Yamal, sebagai bintang muda sensasional Spanyol, juga baru saja mengikat kontrak jangka panjang.
Bagi Adidas, yang juga berstatus sebagai sponsor resmi FIFA tingkat global, visibilitas di laga final yang disaksikan miliaran pasang mata adalah pengembalian investasi yang tak ternilai harganya. Paparan media yang didapat, interaksi penggemar, hingga lonjakan penjualan merchandise menjadi garansi mutlak.
Sementara itu, Piala Dunia 2026 memecahkan rekor dengan 48 tim dan 104 pertandingan menjadi mesin pencetak uang yang belum pernah ada tandingannya dalam sejarah olahraga.
Berdasarkan data terbaru, pemasukan sponsorship FIFA untuk Piala Dunia kali ini mencetak rekor 2,8 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 49,9 triliun. Angka fantastis ini melonjak drastis, melewati pencapaian turnamen 2022 di Qatar yang mencetak 1,8 miliar dolar AS atau Rp 32,1 triliun.
“Kreativitas yang sesungguhnya adalah mengidentifikasi bagaimana saya dapat menyentuh seseorang yang mungkin tidak tertarik dengan sepak bola. Pekerjaan saya memastikan, kami menciptakan dan mendesain momen-momen dan pengalaman di mana masyarakat mau menjadi bagian dari itu,” ungkap Bettina Garibaldi, Chief Marketing & Communications Officer FIFA World Cup 2026 NYNJ Host Committee.
Merujuk pada data Sports Business Journal, model bisnis FIFA dirancang berlapis-lapis. Sponsor dibagi atas tiga tingkat dengan besaran investasi berkisar antara 10 juta dolar AS hingga lebih dari 200 juta dolar AS atau sekitar Rp178,2 miliar hingga Rp3,5 triliun.
**
Editor: Agung Ramadhan












Leave a comment