Home Index Transisi Kepemimpinan BI Potensi Guncang Sentimen Pasar Keuangan
IndexKeuangan

Transisi Kepemimpinan BI Potensi Guncang Sentimen Pasar Keuangan

24
Transisi Kepemimpinan Bank Indonesia. (Foto: IDX Channel)

KONEQ.ID – Bank Indonesia (BI) memasuki masa transisi kepemimpinan usai pemunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI. Sejumlah pakar pun menanggapi keputusan mendadak ini dapat berpotensi mengguncang sentimen pasar keuangan di Indonesia.

Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), M. Rizal Taufikurrahman menilai, pengunduran diri Perry Warjiyo berpotensi memicu gejolak di pasar keuangan, terutama di tengah tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

Adapun penunjukan Destry Damayanti sebagai pejabat sementara (Pjs) Gubernur BI dapat menjaga kesinambungan kebijakan moneter dalam jangka pendek.

“Penunjukan Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas dapat menjaga kesinambungan kebijakan, tetapi belum cukup untuk memulihkan kepercayaan,” kata Rizal dalam keterangannya dilansir IDXChannel, Senin (27/7/2026).

Rizal pun mendorong pemerintah dan Bank Indonesia segera memastikan proses pemilihan gubernur definitif dilakukan secara profesional, transparan, serta bebas dari intervensi politik.

Menurutnya, kredibilitas bank sentral sangat bergantung pada independensi dalam menetapkan kebijakan moneter dan konsistensi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Sementara itu, pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, pasar keuangan tidak menyukai ketidakpastian, terutama ketika pergantian kepemimpinan di bank sentral yang memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan moneter.

“Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia berpotensi menjadi sentimen negatif bagi IHSG pada perdagangan hari ini,” ujarnya.

Sentimen tersebut muncul di tengah kondisi global yang masih dipenuhi berbagai tantangan, mulai dari menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (FOMC), tingginya volatilitas pasar global, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik yang membuat investor cenderung mengambil sikap wait and see.

Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia, Fakhrul Fulvian juga menilai, pengunduran diri Gubernur BI meningkatkan ketidakpastian dalam jangka pendek. Menurutnya, perlu segera memberi kepastian mengenai kesinambungan arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.

“Dalam situasi seperti ini, hal yang paling dibutuhkan pelaku pasar bukan sekadar pengganti, tetapi kepastian bahwa kerangka kebijakan moneter, independensi Bank Indonesia, dan komitmen menjaga stabilitas rupiah tetap berjalan secara konsisten,” kata Fakhrul dalam keterangan tertulis dilansir Bloomberg.

Menurutnya, kombinasi antara independensi yang kuat, komunikasi kebijakan yang kredibel, serta koordinasi fiskal-moneter yang efektif akan menjadi modal terbesar Indonesia dalam menghadapi dinamika ekonomi global.

“Pasar tidak hanya akan menilai siapa yang menjadi Gubernur Bank Indonesia berikutnya. Pasar akan menilai apakah Indonesia mampu menjaga kesinambungan institusi, kredibilitas kebijakan, dan arah pengelolaan ekonomi makro secara konsisten,” katanya.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...