Dibandingkan dengan perangkat lunak gratis, langganan AI berbayar biasanya membuka akses ke model yang lebih canggih, respons yang lebih cepat, dan batasan penggunaan yang lebih tinggi.
Akses Gratis Bagi Warga
The Straits Times melaporkan bahwa mulai pertengahan tahun 2026, inisiatif akses gratis terhadap AI akan tersedia bagi seluruh warga Singapura berusia 25 tahun ke atas, dengan rencana untuk kemudian mencakup pekerja yang lebih dewasa dan berpenghasilan rendah.
Ini hanyalah salah satu bagian dari upaya nasional untuk membangun literasi AI praktis. Cara lain melibatkan penggabungan keahlian bidang yang sudah dimiliki para pekerja dengan pengetahuan tentang AI untuk memecahkan masalah pekerjaan di dunia nyata.
Sebagai langkah awal, Pemerintah Singapura akan bekerja sama dengan badan-badan profesional untuk mengembangkan program kemahiran AI bagi sektor akuntansi dan hukum. Sebagai contohnya, penggunaan AI untuk pelaporan keuangan dan pemantauan kepatuhan, serta penelitian, peninjauan dokumen, dan manajemen kontrak.
“Rencana Singapura adalah melatih sekitar 100.000 pekerja yang mahir teknologi di semua sektor pada tahun 2029”, catat The Straits Times dalam laman resminya.
Kembangkan AI Dalam Negeri
Singapura juga memiliki model bahasa AI buatan sendiri, yang disebut SEA-LION. Dikembangkan oleh AI Singapore, model ini sudah digunakan oleh GoTo Group Indonesia dan perusahaan jasa teknologi lokal NCS karena kemampuannya mengenali 13 bahasa, termasuk Jawa, Sudan, Melayu, dan Tamil.
Namun SEA-LION masih jauh dari model-model terdepan AS dan Tiongkok dalam hal skala dan penyebaran.
“Keunggulan sejati Singapura terletak pada perannya sebagai laboratorium hidup untuk menguji coba, memvalidasi, dan meningkatkan skala aplikasi AI industri”, tulis The Straits Times.
Menyediakan platform uji coba AI di Singapura untuk masalah dunia nyata, adalah salah satu rekomendasi dari Economic Strategy Review committee untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan transformasi tenaga kerja negara tersebut.
Para ahli menambahkan bahwa ukuran Singapura yang kompak menawarkan keuntungan karena lanskap perkotaannya yang sangat terkonsentrasi memfasilitasi kolaborasi untuk membawa prototipe dari laboratorium ke dunia nyata.
**
Penulis: Agung Ramadhan



Leave a comment