Home Humaniora Siasat Singapura Integrasi Teknologi AI, Akses Gratis Hingga Fasilitas Kolaborasi
HumanioraIndex

Siasat Singapura Integrasi Teknologi AI, Akses Gratis Hingga Fasilitas Kolaborasi

60
Sebuah robot di stan penjualan. (Sumber: The Straits Times/AFP)

KONEQ.ID Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan sebagai teknologi termutakhir, kini semakin terintegrasi dalam rutinitas sehari-hari untuk berbagai kebutuhan secara naluriah. Seiring hal itu sejumlah negara termasuk Singapura kian menyiasati pemanfaatan teknologi tersebut.

Singapura menyiasati bagaimana hidup bersama teknologi AI dalam berbagai kebutuhan. Para ahli di negeri “Singa” itu kian memanfaatkan beberapa keterampilan AI yang meliputi, memecah masalah, merancang perintah yang jelas, memeriksa hasil, dan mendeteksi kesalahan alat.

Dilansir The Straits Times, Profesor Madya Trevor Yu dari Nanyang Business School mengatakan, bahwa AI saat ini mencerminkan masa-masa awal telepon seluler dan komputer. Ketika penggunaan biasa secara bertahap membangun keakraban dan, pada akhirnya, ketergantungan pada perangkat tersebut.

“Dengan sifat ekonomi kita dan kekuatan AI yang luas untuk mentransformasi berbagai industri dan pekerjaan, kita perlu memiliki akses yang luas terhadap alat-alat AI ini sehingga warga dan pekerja kita akan merasa nyaman saat menggunakan AI di tempat kerja,” kata Prof Yu dalam keterangannya dikutip, Minggu (17/5/2026).

Untuk mempercepat perubahan tersebut, Pemerintah telah mengumumkan bahwa warga Singapura yang mengikuti kursus AI Skills Future tertentu, akan mendapatkan akses gratis selama enam bulan ke langganan AI premium. Sebuah langkah yang bertujuan untuk membawa orang-orang melampaui sekadar menggunakan AI sebagai versi mesin pencari yang lebih cerdas.

Sementara itu, Profesor Erik Cambria dari Fakultas Komputasi dan Ilmu Data Universitas Teknologi Nanyang (NTU) menambahkan dalam hal merancang pertanyaan, orang-orang perlu tahu bahwa mereka harus memberikan konteks yang dipersonalisasi agar AI tidak memberikan jawaban yang umum atau salah.

Ia mencotohkan pertanyaan umum seperti rencana diet mungkin menghasilkan jawaban yang sama untuk semua orang. Agar rencana yang dihasilkan AI bermanfaat, pengguna perlu memberikan detail seperti tinggi badan, berat badan, persentase lemak tubuh, dan tingkat aktivitas mereka.

“Jika jawabannya tidak disesuaikan untuk Anda, terkadang itu juga bisa menjadi jawaban yang salah,” kata Prof Cambria.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...