Home EkoBiz Penjualan Mobil 2025 Turun 7,2 Persen, Gaikindo Belum Tetapkan Target 2026
EkoBizIndex

Penjualan Mobil 2025 Turun 7,2 Persen, Gaikindo Belum Tetapkan Target 2026

92
Pabrik Karawang Assembly Plant 2 (KAP 2), Kawasan Industri Surya Cipta, Karawang, Jawa Barat. (Sumber: Dok. Astra Daihatsu Motor)

KONEQ.ID – Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menyebutkan, penjualan kendaraan roda empat (mobil) di sepanjang tahun 2025 terkontraksi dibandingkan tahun sebelumnya.

Tercatat penjualan mobil secara wholesales atau langsung dari produsen pada periode Januari-Desember 2025 mencapai 803.687 unit. Capaian itu mengalami penurunan 7,2% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama pada 2024 sebesar 865.723 unit.

Sementara itu, penjualan ritel alias dari dealer ke konsumen sebanyak 833.692 unit atau turun 6,3% dibandingkan periode tahun sebelumnya sebesar 889.680 unit.

Ketua I Gaikindo, Jongkie Sugiarto menyampaikan hal menarik terlihat di Desember 2025. Penjualan mobil wholesales melonjak 25,7% YoY menjadi 94.100 unit dan penjualan ritel juga naik 22,7% YoY menjadi 93.833 unit.

Menurutnya, Penyebab lonjakan itu lantaran para agen pemegang merek (APM) memberikan diskon besar-besaran sehingga menarik minat beli konsumen.

“Semua [APM] ngebut di Desember 2025, mungkin promosi habis-habisan, diskon besar,” ujar Jongkie dilansir dari Bisnis, Jumat (9/1/2026).

Selain itu, ia juga mengatakan penghentian beberapa insentif, termasuk bebas bea masuk impor utuh (completely built up/CBU) kendaraan listrik menjadi penyebab lonjakan penjualan pada Desember 2025.

Lebih lanjut di tahun 2026 ini, Gaikindo belum menetapkan proyeksi target penjualan dan masih melakukan penggodokan. Menurutnya, sikap optimistis tetap perlu dibarengi dengan pendekatan yang realistis.

“Kita harus selalu optimis tetapi tetap realistis. Target 2026 masih harus dibahas dengan anggota,” jelasnya.

Sejumlah pabrikan yang mencatatkan penjualan wholesales tertinggi sepanjang 2025 yakni Toyota sebanyak 250.431 unit, disusul Daihatsu sebanyak 130.677 unit, dan Mitsubishi Motors 71.781 unit.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

Emiten Pertamina Group “Tahan Banting” di Tengah Fluktuasi Pasar Modal

KONEQ.ID – Sejumlah perusahaan publik atau emiten dari Pertamina Group tampak “tahan...

IndexPemerintah

Wagub Sulteng Lantik Direktur RSUD Undata, Perkuat Layanan Kesehatan

KONEQ.ID – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Reny A. Lamadjido, melantik dan...

EkoBizIndex

LPEM UI Anjurkan Penyesuaian Harga BBM Subsidi Hingga Pemberian BLT Rp140 T

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menganjurkan...

IndexKeuangan

Rilis APBN KiTa Ditunda, Pengamat: Keterbukaan Informasi Sebagai Kepercayaan Publik

KONEQ.ID – Keterbukaan informasi mengenai kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN)...