Home Artikel Daya Saing Digital Indonesia Naik Peringkat: Sulteng Provinsi 10 Besar Terbawah
ArtikelIndex

Daya Saing Digital Indonesia Naik Peringkat: Sulteng Provinsi 10 Besar Terbawah

342
Ilustrasi Daya Saing Digital. (Sumber: Dok. East Venture)
Tantangan Sulawesi Tengah Untuk Daya Saing Digital

Indeks daya saing digital secara domestik skor per provinsi menunjukan Sulawesi Tengah menduduki peringkat 10 besar terbawah atau 31 dari 38 Provinsi. Secara regional Sulawesi, Sulawesi Tengah hanya melampaui Sulawesi Barat yang berada di peringkat 35. Lainnya, Sulawesi Tenggara peringkat 21, Gorontalo peringkat 20, Sulawei Utara peringkat 17, dan Sulawesi Selatan peringkat 11.

Melansir data laporan East Venture – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) mencatatkan Sulawesi Tengah memiliki skor input 34,5 dengan nilai terendah pada indikator SDM yaitu 13,3. Selanjutnya Pengeluaran untuk TIK yaitu 37,1, dan Penggunaan TIK, yaitu 53,3.

Selain itu skor output 26,7, dengan nilai terendah pada indikator Perekonomian yaitu 16,2. Kemudian Kewirausahaan dan Produktivitas, yaitu 27,3. Terakhir Ketenagakerjaan, yaitu 36,6. Adapun skor penunjang 36,7, dengan nilai terendah pada indikator Keuangan, yaitu 12,6. Selanjutnya Kedua, Regulasi dan Kapasitas Pemda, yaitu 45,1. Dan terakhir indikator Infrastruktur, yaitu 52,3.

Secara keseluruhan skor tersebut memperlihatkan bahwa peningkatan Sumber Daya Manusia harus menjadi program prioritas bagi masyarakat sehingga mampu menghadapi tantangan digital hari ini dan ke depannya.

Selain itu juga sebagai penunjang, faktor keuangan seharusnya tidak lagi menjadi masalah yang menghambat karena melihat tingginya pertumbuhan ekonomi daerah Sulawesi Tengah secara nasional. Oleh karena itu Pemerintah Daerah perlu melakukan intervensi melalui program-program yang tepat guna dan berdampak langsung pada peningkatan daya saing digital.

Ekonomi Digital Sebagai Dampak Kelangsungan Hidup Masyarakat

Kontribusi ekonomi digital Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) terus meningkat, dari 3,7% pada tahun 2019 menjadi 5,8% pada 2023 dan diperkirakan akan mencapai 7,1% pada tahun 2025, melampaui proyeksi ASEAN sebesar 6,6%. Pada 2022, 40% nilai transaksi ekonomi digital di ASEAN berasal dari Indonesia.

Sejauh ini terdapat program Literasi Digital Nasional “Indonesia Makin Cakap Digital”, yang dibentuk untuk menciptakan ruang digital yang sehat dan aman seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk yang dapat mengakses internet. Program ini berupaya mengedukasi masyarakat dengan target sebanyak 50 juta orang pada 2024.

Selain itu, program UMKM Go Digital juga diluncurkan untuk mempercepat adopsi digital UMKM dalam rangka peningkatan daya saing dan perluasan pasar. Program ini berhasil menjangkau 12 juta UMKM pada 2020, 27 juta UMKM pada 2023, dan ditargetkan menyasar 30 juta UMKM pada 2024.

Program Gerakan Menuju 100 Smart City dicanangkan untuk membimbing 100 pemkot/pemkab untuk menyusun masterplan pembangunan kota yang memanfaatkan TIK. Pada 2023, tiga kota Indonesia menempati peringkat >100 dalam daftar 141 smart city global.

Dari sejumlah program tersebut tentu perlu kita mempertanyakan bagaimana Pemerintah Daerah Sulawesi Tengah mengambil perannya dan terlibat dalam upaya percepatan transformasi digital di tanah air.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

Modus terakhir yang disebut Alfons jauh lebih teknis, yakni sesi pencurian WhatsApp...

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...