Home Artikel Daya Saing Digital Indonesia Naik Peringkat: Sulteng Provinsi 10 Besar Terbawah
ArtikelIndex

Daya Saing Digital Indonesia Naik Peringkat: Sulteng Provinsi 10 Besar Terbawah

248
Ilustrasi Daya Saing Digital. (Sumber: Dok. East Venture)
Indonesia meraih posisi ke-45 dunia pada peringkat daya saing digital. Secara domestik skor per provinsi dalam upaya percepatan transformasi digital tanah air, Sulawesi Tengah (Sulteng) menduduki peringkat 10 besar terbawah atau 31 dari 38 Provinsi.

KONEQ.ID – Upaya percepatan transformasi digital di tanah air mendapat pengakuan dari World Digital Competitiveness Ranking (WDCR). International Institute for Management Development (IMD) menerbitkan laporannya di akhir tahun 2023 lalu menunjukan, Indonesia berada pada posisi ke-45 dunia dalam peringkat daya saing digital. Berhasil naik enam peringkat setelah sebelumnya berada pada peringkat ke-51.

Daya saing digital dari 64 negara dalam laporan IMD WDCR mempertimbangkan tiga faktor utama, yaitu pengetahuan, teknologi, dan kesiapan masa depan. Berdasarkan laporan hasil riset terbaru IMD WDCR mencatat daya saing digital Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu dari laporan East Venture – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) mencatatkan selama lima tahun, daya saing digital Indonesia secara konsisten mengalami peningkatan. Skor EV-DCI 2024 meningkat sebesar 35,5% dari 27,9 pada tahun 2020 menjadi 38,1. Meskipun skor keseluruhan meningkat, namun kesenjangan masih menjadi tantangan dengan kenaikan standar deviasi dari 9,5 pada 2023 menjadi 10,6 pada 2024. Tiga pilar dengan disparitas yang semakin lebar adalah pilar Penggunaan TIK, Pengeluaran untuk TIK, dan Perekonomian.

Secara keseluruhan, peningkatan skor paling besar didorong khususnya pilar Kewirausahaan dan Produktivitas. Pilar ini terjadi peningkatan penggunaan internet untuk keperluan pekerjaan dan pertumbuhan pinjaman fintech yang cukup merata di seluruh provinsi.

Di sisi lain, peningkatan skor EV-DCI tidak terlalu signifikan karena penurunan pilar Sumber Daya Manusia. Salah satu indikator pilar tersebut, Indeks Literasi Digital mengalami penurunan terbesar yang bersifat teknis, namun secara aktual sebagian provinsi menunjukkan peningkatan performa. Beberapa provinsi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga melampaui pertumbuhan provinsi lain yang kalah cepat.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

HumanioraIndex

PWI Morut Gelar UKW Perdana, Dorong Peran Strategis Media dan Profesionalitas Wartawan

KONEQ.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan...

IndexKeuangan

LPS Ungkap 15 Juta Warga RI Usia Produktif Tak Punya Rekening Bank

KONEQ.ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan hingga saat ini masih ada...

IndexPemerintah

Gubernur Sulteng Jajaki Peluang Ekspor dan Wisata di Pasar Timur-Tengah

KONEQ,ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menjajaki peluang kerja sama...

EkoBizIndex

Ketergantungan Impor Energi Jadi Bukti Kerentanan Ekonomi Indonesia

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyatakan...