KONEQ.ID – Sinergi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) dinilai mampu meningkatkan daya saing serta ketahanan ekonomi wilayah, termasuk di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulteng, Teddy Suhartadi Permadi, menyampaikan bahwa APBN diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendukung transformasi ekonomi.
“Di tingkat daerah, termasuk Sulawesi Tengah, sinergi APBN dan APBD menjadi krusial untuk memastikan efektivitas belanja publik, memperkuat pelayanan dasar, dan mendorong sektor-sektor prioritas guna meningkatkan daya saing serta ketahanan ekonomi wilayah,” ungkap Teddy dalam keterangannya dikutip Kamis (3/7/2026).
Teddy juga mengatakan bahwa ke depan pemerintah daerah perlu terus mendorong diversifikasi ekonomi dan penguatan sektor-sektor unggulan seperti industri pengolahan, pertanian, perkebunan dan perikanan.
Menurutnya, hal tersebut dapat meningkatkan basis penerimaan daerah dan mengurangi ketergantungan terhadap dana transfer pusat.
“Optimalisasi belanja produktif dan investasi publik yang berkualitas harus menjadi prioritas dalam rangka memperkuat ketahanan ekonomi daerah, meningkatkan kualitas layanan publik, serta menciptakan dampak pembangunan yang inklusif dan berdaya saing tinggi di Sulawesi Tengah,” kata Teddy.
Kepala Kanwil DJPb Sulteng menjelaskan, saat ini Pemerintah Indonesia terus mengupayakan stabilitas melalui pengelolaan fiskal yang hati-hati dan adaptif, serta pelaksanaan efisiensi di beberapa bidang.
Dalam pemaparannya menjelaskan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah sampai dengan Mei 2026 sebesar 8,32% (yoy), lebih tinggi dari nasional yang berada di angka 5,61% (yoy), dan saat ini berada di peringkat ketiga nasional setelah Maluku utara dan Nusa Tenggara Barat.
Pertumbuhan ekonomi Sulteng disumbang oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan terutama komoditas besi baja, nikel dan kokas dan Lapangan Usaha Administrasi Pemerintahan terutama dari belanja pemerintah yang menggunakan APBN dan APBD Pemerintah di Sulawesi Tengah.












Leave a comment