KONEQ.ID – Starbucks melakukan blunder promosi yang berujung penutupan seluruh gerainya yang mencakup lebih dari 2.000 gerai di Korea Selatan. Meski hanya penutupan sementara pada 22 Juni 2026 lalu, diperkirakan perusahaan kehilangan pendapatan sekitar 2,1 miliar won atau setara Rp24,96 miliar.
Dilansir dari CNBC Indonesia melaporkan, bahwa kesalahan fatal tersebut terjadi setelah kampanye pemasaran yang diluncurkan pada hari peringatan tragedi Gwangju, yang memicu kemarahan publik, boikot pelanggan, hingga penyelidikan hukum terhadap para petinggi perusahaan.
“Selama penutupan berlangsung, seluruh karyawan diwajibkan mengikuti pelatihan sejarah dan edukasi sensitivitas sosial. Kebijakan itu diperkirakan membuat perusahaan kehilangan pendapatan sekitar 2,1 miliar won atau setara Rp24,96 miliar,” tulis CNBC Indonesia dikutip Rabu (1/7/2026).
Kontroversi bermula saat Starbucks Korea meluncurkan program promosi tumbler seri “Tank” yang bertepatan dengan 18 Mei. Tanggal tersebut adalah hari peringatan nasional tragedi Gwangju 1980, sebuah peristiwa berdarah yang menjadi simbol perjuangan demokrasi di Korea Selatan.
Program promosi bertajuk “Tank Day” itu langsung memicu kemarahan publik dan gelombang boikot. Sejumlah pelanggan meluapkan protes menghancurkan gelas dan tumbler Starbucks secara terbuka. Beberapa lembaga pemerintah juga dilaporkan menghentikan kerja sama dengan Starbucks.
“Volume pembayaran dilaporkan sempat anjlok hingga 26% pada pekan pertama setelah kontroversi meletus, dan meskipun sempat menunjukkan tanda pemulihan sebesar 12,8% di awal Juni, angka transaksi tersebut masih berada 25% di bawah level normal sebelum krisis terjadi,” menurut laporan lembaga riset pasar IGAWorks.
Sebagai bentuk tanggung jawab, Ketua Shinsegae Group sekaligus pemegang lisensi Starbucks Korea, Chung Yong-jin, dijadwalkan ikut menghadiri pelatihan sejarah bersama jajaran eksekutif pada 24 Juni lalu.
“Langkah ini diambil untuk memastikan kesalahan serupa tidak terulang, kecuali untuk beberapa gerai yang beroperasi di area bandara internasional,” tegas Shinsegae.
Investigasi Internal
Hasil investigasi internal mengungkap bahwa tim pemasaran menyusun slogan promosi tersebut dengan bantuan kecerdasan buatan (AI).












Leave a comment