Home Artikel Daya Saing Digital Indonesia Naik Peringkat: Sulteng Provinsi 10 Besar Terbawah
ArtikelIndex

Daya Saing Digital Indonesia Naik Peringkat: Sulteng Provinsi 10 Besar Terbawah

341
Ilustrasi Daya Saing Digital. (Sumber: Dok. East Venture)
Indonesia meraih posisi ke-45 dunia pada peringkat daya saing digital. Secara domestik skor per provinsi dalam upaya percepatan transformasi digital tanah air, Sulawesi Tengah (Sulteng) menduduki peringkat 10 besar terbawah atau 31 dari 38 Provinsi.

KONEQ.ID – Upaya percepatan transformasi digital di tanah air mendapat pengakuan dari World Digital Competitiveness Ranking (WDCR). International Institute for Management Development (IMD) menerbitkan laporannya di akhir tahun 2023 lalu menunjukan, Indonesia berada pada posisi ke-45 dunia dalam peringkat daya saing digital. Berhasil naik enam peringkat setelah sebelumnya berada pada peringkat ke-51.

Daya saing digital dari 64 negara dalam laporan IMD WDCR mempertimbangkan tiga faktor utama, yaitu pengetahuan, teknologi, dan kesiapan masa depan. Berdasarkan laporan hasil riset terbaru IMD WDCR mencatat daya saing digital Indonesia mengalami peningkatan secara signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Sementara itu dari laporan East Venture – Digital Competitiveness Index (EV-DCI) mencatatkan selama lima tahun, daya saing digital Indonesia secara konsisten mengalami peningkatan. Skor EV-DCI 2024 meningkat sebesar 35,5% dari 27,9 pada tahun 2020 menjadi 38,1. Meskipun skor keseluruhan meningkat, namun kesenjangan masih menjadi tantangan dengan kenaikan standar deviasi dari 9,5 pada 2023 menjadi 10,6 pada 2024. Tiga pilar dengan disparitas yang semakin lebar adalah pilar Penggunaan TIK, Pengeluaran untuk TIK, dan Perekonomian.

Secara keseluruhan, peningkatan skor paling besar didorong khususnya pilar Kewirausahaan dan Produktivitas. Pilar ini terjadi peningkatan penggunaan internet untuk keperluan pekerjaan dan pertumbuhan pinjaman fintech yang cukup merata di seluruh provinsi.

Di sisi lain, peningkatan skor EV-DCI tidak terlalu signifikan karena penurunan pilar Sumber Daya Manusia. Salah satu indikator pilar tersebut, Indeks Literasi Digital mengalami penurunan terbesar yang bersifat teknis, namun secara aktual sebagian provinsi menunjukkan peningkatan performa. Beberapa provinsi mengalami pertumbuhan yang sangat pesat sehingga melampaui pertumbuhan provinsi lain yang kalah cepat.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...