Home Index WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun
IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

77
Kantor pusat WhatsApp di Menlo Park, California. (Foto: Marissa/Rest of World)

Modus terakhir yang disebut Alfons jauh lebih teknis, yakni sesi pencurian WhatsApp Web melalui infostealer atau perangkat lunak yang dirancang untuk mencuri informasi dari perangkat.

Menurut dia, sejumlah kasus menunjukkan pustaka pengembang yang telah disusupi dapat digunakan untuk mencuri token sesi WhatsApp Web.

“Token sesi ini kemudian bisa dipakai untuk menghubungkan perangkat pelaku tanpa membutuhkan OTP,” ujar Alfons.

Kondisi tersebut membuat verifikasi dua langkah atau verifikasi dua langkah tidak otomatis menutup seluruh celah pengambilalihan akun.

Alfons menjelaskan verifikasi PIN dua langkah yang diperlukan ketika nomor telepon didaftarkan kembali sebagai perangkat utama. Namun, proses menghubungkan perangkat baru melalui kode QR tidak meminta PIN tersebut.

“Jadi walaupun 2FA aktif, akun masih bisa diambil alih-alih jika pelaku berhasil mendapatkan akses fisik ke HP korban,” kata Alfons.

Untuk mengantisipasi pengambilalihan akun, Alfons meminta pengguna untuk rutin memeriksa daftar perangkat yang terhubung dengan akun WhatsApp.

“Cek menu setelan > Perangkat Tertaut dan pastikan tidak ada perangkat asing yang terhubung,” ujar Alfons.

Selain itu, pengguna diminta memastikan tidak menggunakan aplikasi WhatsApp modifikasi serta memperhatikan siapa saja yang pernah mendapatkan akses fisik ke ponselnya.

Alfons mengatakan akses tersebut tidak selalu berasal dari orang asing. “Bisa juga pasangan, keluarga, atau teman yang pernah memegang HP,” katanya.

Menurut dia, pengguna yang akunnya sempat diblokir kemudian menemukan riwayat pengiriman tautan judi online yang tidak pernah dilakukan sendiri perlu mencermati kemungkinan akun telah diakses pihak lain.

“Kalau setelah akun bocor ditemukan aktivitas pengiriman iklan atau judi online yang tidak pernah dilakukan, itu mungkin menandakan indikasi akun sempat menguasai pihak lain,” ujar Alfons.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...