Home Index Rupiah Pertama Kali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Tertekan Sentimen Domestik-Global
IndexKeuangan

Rupiah Pertama Kali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Tertekan Sentimen Domestik-Global

112
Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulawesi Tengah. (Sumber: Andrew))

Ramdan menambahkan stabilitas nilai tukar rupiah tidak hanya bergantung pada kebijakan moneter, tetapi juga memerlukan sinergi berbagai pihak.

“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan, perbankan, dunia usaha, dan pelaku pasar guna memastikan bekerjanya mekanisme pasar secara baik serta memperkuat ketahanan eksternal perekonomian nasional,” pungkasnya.

Dampak Perekonomian

Sementara itu bagi masyarakat, berdasarkan laporan Indonesia Inside, bahwa pelemahan rupiah berisiko terasa melalui harga barang impor, biaya energi, bahan baku industri, hingga potensi tekanan pada harga kebutuhan pokok. Dampaknya tidak selalu langsung, tetapi bisa merambat jika rupiah bertahan lemah dalam waktu lama.

Pelemahan kurs juga menjadi tantangan terhadap rencana keuangan pemerintah atau APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara). Harga minyak yang tinggi dan rupiah yang lemah dapat menekan belanja subsidi, biaya impor energi, serta beban pembayaran kewajiban dalam valuta asing.

Pasar kini menunggu langkah lanjutan BI dan pemerintah. Stabilitas rupiah tidak hanya membutuhkan intervensi jangka pendek, tetapi juga kepastian arah fiskal, penguatan cadangan devisa, menjaga inflasi, serta keyakinan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap mampu menghadapi gejolak eksternal.

Dengan rupiah sudah menembus Rp18.000 per dolar AS, tekanan pasar memasuki wilayah psikologis baru. Jika ketegangan global mereda dan aliran modal kembali masuk, peluang stabilisasi masih terbuka. Namun bila perang Timur Tengah, harga minyak, dan kekhawatiran domestik terus berlanjut, rupiah berisiko tetap bergerak liar dalam beberapa waktu ke depan.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...