Home Index Pangsa Pasar Masih 7-8 Persen, Bank Syariah Nasional Dukung Ekspansi
IndexKeuangan

Pangsa Pasar Masih 7-8 Persen, Bank Syariah Nasional Dukung Ekspansi

35
Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor. (Sumber: InfoBank)

KONEQ.ID – Bank Syariah Nasional (BSN) berupaya memperkuat likuiditas untuk mendukung ekspansi pasar syariah. Hal tersebut sebagai respon terhadap rendahnya pangsa pasar perbankan syariah di Indonesia yang masih berada di kisaran 7-8 persen.

Direktur Utama BSN, Alex Sofjan Noor, menilai kondisi tersebut sebagai anomali sekaligus tantangan besar bagi industri keuangan syariah nasional. Pasalnya, literasi keuangan syariah telah mencapai 43 persen, sementara tingkat inklusi masih sekitar 13 persen, meski mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.

“Pangsa pasar perbankan syariah jauh dibandingkan negara tetangga seperti Malaysia yang pangsa pasarnya bisa mencapai 43 persen, padahal populasi muslimnya hanya sekitar 60 persen,” ujar Alex dalam keterangan yang dilansir Infobank, Rabu (22/4/2026).

Menurut Alex, kondisi tersebut menunjukkan potensi pengembangan keuangan syariah masih sangat besar dan membutuhkan kolaborasi seluruh pelaku industri.

Kolaborasi SiPA

Untuk mendorong pertumbuhan industri, BSN memperkuat kolaborasi antarbank melalui implementasi Sertifikat Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA). Kerja sama tersebut diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian dengan BCA Syariah dan Bank Aladin Syariah.

Menurut Alex, SiPA menjadi instrumen penting untuk mengintegrasikan likuiditas antarbank syariah, sehingga meningkatkan efisiensi dan memperkuat stabilitas industri.

“Dengan adanya SiPA, kita bisa mengoptimalkan kerja sama antarbank untuk mendorong pertumbuhan industri syariah secara bersama-sama,” katanya.

Alex menambahkan, SiPA tidak hanya berfungsi sebagai instrumen transaksi likuiditas, tetapi juga memperkuat efisiensi dan ketahanan industri keuangan syariah secara keseluruhan.

Fokus Pembiayaan Perumahan

BSN optimistis kolaborasi melalui instrumen ini dapat meningkatkan daya saing sekaligus memperbesar pangsa pasar perbankan syariah ke depan.

Dalam keterangan yang sama. Dari sisi kinerja keuangan, BSN mencatat pertumbuhan solid pada kuartal I/2026. Pembiayaan dan aset masing-masing tumbuh sekitar 22 persen secara tahunan (year-on-year), sementara dana pihak ketiga meningkat sekitar 16 persen.

BSN juga memperkuat fokus pada pembiayaan sektor perumahan berbasis syariah. Tahun ini, perseroan menargetkan penyaluran pembiayaan sekitar 70.000 unit rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, meningkat dari realisasi tahun sebelumnya sebesar 60.000 unit.

Selain itu, pembiayaan emas mencatat lonjakan signifikan dengan pertumbuhan mencapai 6.000 persen secara tahunan pada kuartal I/2026, dengan kualitas pembiayaan tetap terjaga.

Sebagai bank hasil spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) Bank Tabungan Negara (BTN), BSN kini memegang peran signifikan di industri. Perseroan tercatat sebagai bank syariah terbesar kedua di Indonesia dengan total aset mencapai Rp72,9 triliun, didukung jaringan 37 kantor cabang dan 82 kantor cabang pembantu.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Tanggap Gempa 6,7 SR, Hotel KHAS Palu Pastikan Tidak Ada Kendala

KONEQ.ID – General Manager Hotel KHAS Palu, Denny Supriatna, memastikan bahwa tidak...

IndexKorporat

Sponsor Piala Dunia 2026 Ditaksir Tembus Rp50,4 Triliun

KONEQ.ID – Sponsor piala dunia FIFA 2026 ditaksir tembus senilai USD2,8 miliar...

EkoBizIndex

Hotel BW Plus Coco Palu Beroperasi Normal Pasca Gempa Magnitud 6,7

KONEQ.ID – Manajemen Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu mengatakan bahwa...

HumanioraIndex

Gempa Magnitud 6,7 Berpusat di Torue, BMKG Berikan Himbauan ke Masyarakat Sulteng

KONEQ.ID – Gempa tektonik dengan magnitude 6,7 terjadi pada pukul 11.27 WITA,...