Home Index BI Sebut Rupiah Akan Stabil dan Menguat, Klaim Ekonomi RI Sangat Baik
IndexKeuangan

BI Sebut Rupiah Akan Stabil dan Menguat, Klaim Ekonomi RI Sangat Baik

89
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso. (Sumber: IDXChannel)

KONEQ.ID – Bank Indonesia (BI) menyebut kondisi mata uang Rupiah akan stabil dan menguat dalam menghadapi tekanan dari dinamika perekonomian global.

Dilansir dari IDXChannel, Lembaga otoritas moneter Indonesia meyakini tren pelemahan rupiah saat ini hanya bersifat sementara, mengingat fondasi makroekonomi nasional terbukti masih sangat solid dibandingkan dengan banyak negara lain.

“Faktor dinamika global ini yang membuat mayoritas mata uang di dunia juga melemah. Tidak hanya rupiah, ada peso Filipina, baht Thailand, India rupee, hingga mata uang Amerika Selatan seperti di Chile dan won Korea Selatan,” ujar Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangannya dikutip Kamis (14/5/2026).

Diketahui bahwa gejolak pasar valuta asing bermula dari memanasnya konflik Timur Tengah pada akhir Februari 2026 lalu, yang memicu lonjakan harga minyak dunia hingga lebih dari 40 persen.

Menurut Ramdan, situasi ini semakin diperberat oleh tingginya permintaan dolar Amerika Serikat (AS) di dalam negeri akibat musim repatriasi dividen, pembayaran utang luar negeri, serta kebutuhan ibadah haji.

Lebih lanjut, merespons tekanan sentimen eksternal tersebut, bank sentral bakal terus melakukan intervensi aktif melintasi berbagai zona waktu pasar uang internasional mulai dari Jakarta, Eropa, hingga Amerika. Upaya ini didasari oleh keyakinan penuh bahwa indikator perekonomian domestik memiliki daya tahan yang amat mumpuni.

“Kami tetap meyakini dengan langkah-langkah yang dilakukan, rupiah akan stabil dan cenderung menguat karena fundamental ekonomi Indonesia itu sangat baik. Bagaimana angka pertumbuhan Indonesia di bulan awal, stabilnya inflasi, serta bagaimana prudent-nya Indonesia mengelola utang luar negeri dibandingkan dengan negara lain,” ujar Ramdan.

Dia menuturkan, penjagaan all-out melalui tujuh langkah strategis BI yang digemborkan Gubernur BI Perry Warjiyo juga terus diiringi dengan penguatan sinergi lintas lembaga dan kementerian terkait. Kolaborasi konkret dari seluruh elemen penyelenggara negara diyakini akan menjadi motor penggerak yang efektif bagi pemulihan sektor keuangan Tanah Air.

“Kondisi fundamental ekonomi kita baik, tentunya kami meyakini bahwa dengan sinergi bersama, itu mampu membuat rupiah akan stabil dan segera menguat. Karena tidak ada alasan untuk rupiah tidak menguat dan tidak stabil,” katanya.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...