KONEQ.ID – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatatkan perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) atau domestic baik asal maupun tujuan Sulteng, mengalami peningkatan di periode semester I tahun 2026, namun secara tahunan (yoy) pada periode Juni terjadi penurunan.
BPS Sulteng melaporkan catatan tersebut dalam berita resmi statistik yang dirilis pada Senin (3/8/2026) lalu.
Jumlah perjalanan wisnus asal Sulteng pada semester I (Januari-Juni) meningkat sebesar 5,91%. Angka tersebut dari 5,76 Juta perjalanan di tahun 2025 dan menjadi 6,11 Juta perjalanan di tahun 2026. Namun secara tahunan (yoy) periode Juni terjadi penurunan 2,94%, yaitu 1,04 juta menjadi 1,01 juta.
Lebih rinci, terdapat 3 Kabupaten/Kota di Sulteng dengan pertumbuhan tertinggi pada semester I/2026, yaitu Banggai Laut (40,37%), Palu (29,60), dan Toli-toli (10,73%). Sedangkan penurunan terendah, yaitu Parimo (-14,43%), Banggai (-9,60%), dan Touna (-8,17%).
Kemudian secara tahunan (yoy) periode Juni, yang tertinggi yaitu Banggai Laut (37,94%), Palu (12,92%), dan Morowali (7,31%). Sedangkan penurunan terendah, yaitu Parimo (-25,58%), (Sigi -16,88%), dan Touna (-15,14%).
Sementara itu, jumlah perjalanan wisnus tujuan Sulteng pada periode semester I (Januari-Juni) hanya meningkat 2,04%, yaitu 5,84 Juta perjalanan di tahun 2025 dan menjadi 5,96 Juta di tahun 2026. Sedangkan secara tahunan (yoy) Juni terjadi penurunan cukup tajam sebesar 6,72%, dari 1,04 juta menjadi 971 ribu perjalanan.
Selanjutnya juga terdapat 3 Kabupaten/Kota dengan pertumbuhan tertinggi wisnus tujuan Sulteng pada semester I/2026, yaitu Banggai Laut (40,37%), Palu (29,60), dan Toli-toli (10,73%). Sedangkan penurunan terendah, yaitu Parimo (-14,43%), Banggai (-9,60%), dan Touna (-8,17%).
Kemudian secara tahunan (yoy) periode Juni, yang tertinggi yaitu Banggai Laut (37,94%), Palu (12,92%), dan Morowali (7,31%). Sedangkan penurunan terendah, yaitu Parimo (-25,58%), (Sigi -16,88%), dan Touna (-15,14%).
Pertumbuhan jumlah perjalanan wisatawan di tiap daerah dapat berbeda-beda berdasarkan indikasi dari berbagai kondisi ekonomi, infrastruktur, serta kebutuhan masyarakat dan lain sebagainya.
**
Penulis: Agung Ramadhan












Leave a comment