Home Humaniora Aktivasi Rumah Adat Souraja Berdampak Terhadap Ekonomi Lokal
HumanioraIndex

Aktivasi Rumah Adat Souraja Berdampak Terhadap Ekonomi Lokal

79
Pengelola Rumah Adat Souraja, Mehdiantara Datupalinge. (Sumber: Rivaldi)

KONEQ.ID – Aktivasi situs cagar budaya Banua Oge atau juga dikenal Rumah Adat Souraja, turut memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat sekitar maupun daerah melalui upaya pelestarian budaya dan aktivitas pariwisata.

Mehdiantara Datupalinge selaku pengelola Rumah Adat Souraja mengatakan, bahwa selain terdapat nilai-nilai leluhur yang harus dijaga sebagai sejarah kearifan lokal, juga perlu pemberdayaan masyarakat secara kolektif, sehingga berdampak dan memberikan manfaat lainnya.

“Persiapan konsumsi, makanan dan jajanan ringan biasanya saya berdayakan khusus warga sekitar Souraja”, ungkap Mehdiantara, Sabtu (18/01/2024).

Menurutnya, situs cagar budaya ini memberikan dampak positif terhadap sisi ekonomi masyarakat. Sebagai contoh kegiatan Posalia Bunua Oge mampu menghadirkan 500 wisatawan yang dianggap turut berkontribusi terhadap perekonomian masyarakat setempat.

“itu dalam tiga hari, wisatawan bisa mencapai 500 orang bahkan 1000 orang di malam puncak acara. Dengan begitu, pelaku UMKM di kegiatan akan merasakan langsung dampak perputaran ekonomi”, ujarnya.

Sementara itu, Meliayana, seorang warga yang tinggal dekat dari Souraja mengakui, bahwa kegiatan yang diselenggarakan di situs cagar budaya Banua Oge Souraja sangat berdampak terhadap aktifitas ekonomi setempat.

“Biasannya kalau ada tamu yang berkunjung, kalau untuk makanan atau kue-kue pengelola situs langsung pesan dengan kami warga sekitaran situ. Jadi meningkat juga perputaran ekonomi kami warga sekitaran banua oge “, ujarnya.

Mehdiantara juga menegaskan Langkah ini menjadikan Banua Oge sebagai contoh bagaimana pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan ekonomi lokal, menciptakan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.

Ia berharap kedepannya, khusus Pemerintah dinas kebudayaan dapat memberikan dukungan dan lebih memperhatikan sarana dan prasarana situs cagar budaya Banua Oge Souraja.

“Sarana dan prasarana seperti air, tempat buang air kecil dan keamanannya, dalam tujuh sapta Pesona itu adalah faktor utama agar wisatawan yang berkunjung dapat merasakan kenyamanan dan keindahan”, pungkas Mehdiantara.

(kq/rv)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKeuangan

LPS Ungkap 15 Juta Warga RI Usia Produktif Tak Punya Rekening Bank

KONEQ.ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan hingga saat ini masih ada...

IndexPemerintah

Gubernur Sulteng Jajaki Peluang Ekspor dan Wisata di Pasar Timur-Tengah

KONEQ,ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menjajaki peluang kerja sama...

EkoBizIndex

Ketergantungan Impor Energi Jadi Bukti Kerentanan Ekonomi Indonesia

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyatakan...

IndexKeuangan

OJK Menilai Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga

KONEQ.ID – Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada...