KONEQ.ID – Penjualan motor pada kuartal pertama (Q1) 2026 (Januari-Maret), menunjukan pelemahan yang cukup signifikan, baik secara domestik maupun ekspor. Sementara dari sisi penjualan suku cadang mengalami peningkatan tipis.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melaporkan, penjualan motor periode Q1 2026 secara domestik sebanyak 1.614.091 unit. Angka tersebut menurun 4,11% dari periode yang sama di tahun 2025 sebanyak 1.683.262 unit.
Sementara penjualan secara ekspor, baik CBU (Completely Built Up) maupun CKD (Completely Knocked Down), pada periode Q1 2026 sebanyak 1.958.140 unit. Angka ini menurun 11,47% dari penjualan tahun sebelumnya, yaitu 2.211.945 unit.
Meski demikian, penjualan ekspor part by part atau suku cadang mengalami peningkatan sebesar 11,15%. Pada periode kuartal pertama tahun 2025 sebanyak 32.305.403 unit, kemudian tahun 2026 ini sebanyak 35.907.335 unit.
Sebelumnya, dilansir dari laman AISI, Sigit Kumala selaku Ketua Bidang Komersial menyampaikan, proyeksi pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun 2026 ini.
“Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi dan tantangan yang potensial terjadi di tahun ini. Kami memproyeksikan pasar sepeda motor domestik akan relatif stabil tahun ini di angka 6,4 juta-6,7 juta unit,” tulisnya dalam keterangan resmi dikutip Sabtu (18/4/2026).
Dari keterangan yang sama, AISI memandang pasar motor domestik masih memiliki potensi untuk terus bertumbuh dengan berbagai tantangan ekonomi.
Pemberlakuan opsen sebagai pajak tambahan yang diberlakukan di awal tahun oleh sejumlah pemerintah daerah, dikhawatirkan menjadi batu ujian pertama bagi pelaku industri di awal tahun.
“Kami memahami kebutuhan kenaikan pendapatan setiap pemerintah daerah. Kalaupun ada kenaikan opsen, kami berharap dapat diberikan juga insentif. Dengan tidak menaikkan pajak kendaraan, sehingga dampaknya tidak berpengaruh ke permintaan konsumen,” ungkap Sigit.
Ia juga menyampaikan efek berganda kondisi geopolitik global berpotensi mempengaruhi perekonomian dan pasar motor domestik. Selain pertumbuhan ekonomi, harga komoditas dan kondisi cuaca akan mempengaruhi stabilitas daya beli masyarakat.
**
Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment