Home EkoBiz AHY Lewat TYI Gagas Pilar Ekonomi, Dukung Transformasi Pertumbuhan Nasional
EkoBizIndex

AHY Lewat TYI Gagas Pilar Ekonomi, Dukung Transformasi Pertumbuhan Nasional

77
Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di The Yudhoyono Institute. (TYI). (Sumber: Istimewa)

KONEQ.ID – Direktur Eksekutif The Yudhoyono Institute (TYI), sekaligus Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menggagas Peta jalan ekonomi Indonesia, dengan lima pilar pendukung transformasi pertumbuhan nasional.

Semangatnya adalah membersamai upaya transformasi nasional yang ditempuh Presiden Prabowo Subianto demi masa depan ekonomi nasional. AHY menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak boleh hanya sekadar angka statistik.

“Indonesia harus maju, bukan sekadar tumbuh. Pertumbuhan harus bertransformasi menjadi kemakmuran yang adil dan bisa dirasakan langsung di kantong serta meja makan rakyat,” ujarnya dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk ‘The New Economy, New Road to Prosperity’ di Museum dan Galeri SBY–ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026).

AHY menguraikan lima pilar ‘Ekonomi Baru’ yang konkret dan relevan. Pilar ekonomi ini digadang-gadang penting bagi generasi muda yang menghadapi disrupsi teknologi dan ketatnya persaingan global.

Pertama, menyoal infrastruktur dasar dan keadilan, yang bukan sekadar aspal dan semen, tapi sarana keadilan sosial untuk menurunkan biaya logistik agar harga kebutuhan pokok merata hingga ke pelosok.

Kedua, perumahan layak yang berfokus pada hunian terjangkau sebagai fondasi martabat, produktivitas dan penciptaan lapangan kerja. Ketiga, konektivitas fisik dan digital demi memperkuat persatuan nasional, dan memastikan UMKM serta masyarakat di daerah memiliki akses transportasi dan internet yang setara.

Keempat, investasi manusia, yang prioritasnya pada kualitas pendidikan dan kesehatan sebagai modal utama bersaing di level dunia.

Kelima, soal akselerasi teknologi dan kecerdasan buatan atau AI. Titik berangkatnya ialah memanfaatkan kecerdasan buatan untuk pelayanan publik yang lebih cepat dan transparan, dengan tetap berlandaskan etik, regulasi yang adaptif serta penguatan talenta digital.

AHY mengingatkan tantangan ke depan, mulai dari krisis iklim hingga dinamika geopolitik, memerlukan kebijakan yang jitu, bukan sekadar jargon.

“Kemakmuran adalah pengalaman hidup yang lebih baik bagi nelayan, buruh, hingga content creator muda,” ujarnya.

Acara ditutup dengan arahan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini juga menghadirkan tokoh-tokoh dengan beragam latar belakang, seperti pengusaha Chairul Tanjung, dan Otto Toto Sugiri, akademisi Hermanto sebagai Rektor Perbanas Institute, dan Yose Rizal dari CSIS, dan mantan Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh, serta Dewan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Nasional Ilham Habibie.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexPemerintah

KPK Serahkan Barang Hasil Rampasan Senilai Rp204 Juta ke Pemprov Sulteng

KONEQ.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan barang hasil rampasan negara kepada...

IndexPemerintah

Kementerian Ekraf Jajaki Kolaborasi Bersama Meta, Perluas Pasar Internasional

KONEQ.ID – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi bersama...

EkoBizIndex

BI Dorong Ekonomi Berbasis Permintaan Domestik, Optimalkan Pembiayaan Produktif

KONEQ.ID – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan bahwa perekonomian Indonesia...

IndexKeuangan

OJK Luncurkan Program Pintar Reksa Dana, Dorong Partisipasi di Pasar Modal

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan meluncurkan Program Investasi Terencana dan Berkala Reksa...