Home Index BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik
IndexKeuangan

BEI Optimistis Prospek Pasar Modal Indonesia Tetap Menarik

37
Direktur Utam BEI, Jeffrey Hendrik. (Sumber: IDX Channel)

KONEQ.ID – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) optimistis terhadap prospek pasar modal Indonesia untuk jangka panjang. Keyakinan ini didasari oleh kombinasi fundamental ekonomi nasional yang resilien, kinerja emiten yang solid, serta reformasi transparansi yang konsisten dijalankan oleh regulator dan Self-Regulatory Organizations (SRO).

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menuturkan bahwa langkah perbaikan tata kelola bertujuan membangun kredibilitas pasar yang lebih tinggi guna menarik minat investasi domestik maupun global. Pasar modal dinilai akan tetap menjadi pilihan investasi yang menjanjikan di masa depan.

“Berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator dan SRO merupakan bagian dari komitmen untuk meningkatkan transparansi, memperkuat tata kelola, dan membangun pasar modal yang semakin kredibel,” ujar Jeffrey dalam keterangan tertulisnya dilansir IDXChannel, Sabtu (11/7/2026).

Lebih lanjut, optimisme bursa didukung oleh lonjakan partisipasi investor domestik yang mencapai 28,9 juta Single Investor Identification (SID) per 30 Juni 2026. Data KSEI menunjukkan pertumbuhan signifikan pada investor saham dan surat berharga lainnya yang mencapai 9,9 juta SID, meningkat 15,1 persen dari akhir 2025.

“Saat ini, investor domestik menguasai 61 persen porsi kepemilikan saham dan berkontribusi sebesar 65,5 persen terhadap total nilai perdagangan harian di BEI,” ungkapnya.

Jeffrey menjelaskan bahwa untuk menjaga kepercayaan pasar, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan dukungan OJK terus mempercepat reformasi transparansi sepanjang tahun 2026.

Kebijakan yang telah diterapkan meliputi publikasi data kepemilikan saham di atas 1 persen, peningkatan persyaratan free float minimum menjadi 15 persen, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, serta implementasi mekanisme High Shareholding Concentration (HSC).

Seturut itu, menurutnya, fondasi ekonomi Indonesia yang dinilai kuat turut menjadi motor penggerak pertumbuhan, dengan pertumbuhan kuartal I-2026 mencapai 5,61 persen.

Selain itu juga ditambah dengan status negara yang bergerak di sektor manufaktur dengan dukungan sumber daya alam, Indonesia dianggap menempati posisi penting dalam rantai pasok global serta peran aktif di forum internasional seperti G20, BRICS, dan ASEAN.

Jeffrey menambahkan bahwa seluruh indikator makroekonomi maupun capaian bursa saat ini menunjukkan posisi ekosistem pasar modal yang kian progresif.

“Kombinasi antara fundamental ekonomi yang tetap kuat, kinerja Perusahaan Tercatat yang tetap resilien, pertumbuhan investor domestik, serta reformasi transparansi yang terus berjalan secara konsisten, menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia memiliki fondasi yang makin kokoh,” pungkasnya.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...