Home Index Rupiah Pertama Kali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Tertekan Sentimen Domestik-Global
IndexKeuangan

Rupiah Pertama Kali Tembus Rp18.000 Per Dolar AS, Tertekan Sentimen Domestik-Global

70
Kantor Wilayah Bank Indonesia Sulawesi Tengah. (Sumber: Andrew))

KONEQ.ID – Tekanan terhadap nilai mata uang rupiah memasuki fase baru dengan menembus level psikologis Rp18.000 per dolar AS pada perdagangan Kamis (4/6/2026) pagi. Hal ini menandai tantangan yang semakin besar bagi pasar keuangan, serta perekonomian Indonesia dengan berbagai sentimen domestik hingga global.

Posisi Rupiah saat ini menjadi salah satu level terlemahnya. Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong menilai pelemahan ini mencerminkan kuatnya tekanan eksternal di tengah meningkatnya ketidakpastian global, serta sentimen domestik yang masih kurang kondusif.

“Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS yang menguat di tengah tensi geopolitik yang meningkat di Timur Tengah,” kata Lukman dalam keterangannya dilansir ANTARA, Kamis (4/6).

Permintaan terhadap dolar AS juga meningkat dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah. Sementara dari dalam negeri, sentimen pasar juga belum cukup kuat untuk menopang pergerakan rupiah.

Meski demikian, Lukman memperkirakan pelemahan rupiah berpotensi tertahan oleh langkah stabilisasi dari Bank Indonesia (BI). Dengan kurs yang memasuki level psikologis baru, bank sentral akan meningkatkan intensitas intervensi di pasar keuangan untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

“Sentimen domestik yang masih buruk, namun kembali mendekati level psikologi baru, kemungkinan Bank Indonesia akan mengintervensi secara agresif,” tambah Lukman.

Respon Bank Indonesia

Pelemahan rupiah yang berangsur kian memburuk ini terus mendapatkan atensi penuh dari Bank Indonesia (BI) dengan sejumlah langkah dan upaya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

“Bank Indonesia akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta senantiasa hadir di pasar dengan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan memperkuat ketahanan eksternal,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resmi dikutip CNN, Rabu (3/6).

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...