Home Humaniora Tiongkok Beralih Dari Bonus Demografi Menuju Bonus Talenta
HumanioraIndex

Tiongkok Beralih Dari Bonus Demografi Menuju Bonus Talenta

38
Wisuda Guangzhou Academy of Fine Arts, di Guangdong, Tiongkok (VCG/CGTN)

KONEQ.ID – Tiongkok sedang mengalami transisi ekonomi yang signifikan seiring dengan peralihan dari bonus demografi dengan dorongan jumlah penduduk, menuju bonus talenta yang berkualitas tinggi.

Lembaga Statistik Nasional Tiongkok merilis hasil survei sampel populasi nasional 1% tahun 2025, Jumat (22/5/2026). Dalam laporannya, menguraikan pergeseran dalam skala populasi, komposisi usia, modal manusia, dan distribusi perkotaan-pedesaan di Tiongkok, yang membentuk kembali arah pertumbuhan ekonomi jangka panjang.

Poin pentingnya terletak pada peningkatan pesat kualitas sumber daya manusia di negara tersebut. Data menunjukkan bahwa 272 juta orang—hampir satu dari lima warga Tiongkok—kini memiliki pendidikan tingkat universitas.

Angka ini meningkat sekitar 25% dari 218 juta pada tahun 2020, menurut Sensus Penduduk Nasional Tiongkok ke-7, yang mencerminkan peningkatan yang stabil dalam kualitas keseluruhan angkatan kerja Tiongkok.

“Rata-rata masa pendidikan bagi penduduk Tiongkok yang pensiun adalah 7–8 tahun. Tetapi, bagi para pendatang baru di pasar tenaga kerja, angka tersebut telah mencapai 14 tahun.” kata Justin Yifu Lin, mantan kepala ekonom di Bank Dunia dan dekan Institut Ekonomi Struktural Baru di Universitas Peking, dikutip dari CGTN, Senin (25/5/2026).

Lin mencatat bahwa angkatan kerja efektif bersih masih terus tumbuh. Hal itu melihat angkatan kerja efektif yang ditambahkan oleh angkatan kerja baru, jauh melebihi kerugian dari para pensiunan yang mendasari transisi dari bonus demografis berbasis kuantitas ke bonus talenta berbasis kualitas.

Data struktur usia penduduk lebih lanjut menggambarkan lanskap demografis ganda Tiongkok yang ditandai dengan tekanan penuaan dan kualitas tenaga kerja yang optimal.

Penduduk berusia 60 tahun ke atas mencapai 22,86% dari total populasi pada tahun 2025, sedangkan penduduk berusia 14 tahun ke bawah mencapai 15,25%. Kelompok usia kerja (15–59 tahun) berjumlah 869,87 juta jiwa, atau 61,89% dari total populasi, membentuk basis tenaga kerja yang kokoh untuk operasional ekonomi.

Survei penduduk tahun 2025 juga mencatat fitur demografis lainnya. Penduduk perkotaan mencakup 67,74% dari populasi, sedangkan sisanya, 32,26%, tinggal di daerah pedesaan. Adapun 357 juta migran di Tiongkok yang menandakan mobilitas tenaga kerja yang dinamis.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...