Home Humaniora Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kagum Atmosfer dan Intensitas Suporter
HumanioraIndex

Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kagum Atmosfer dan Intensitas Suporter

78
Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman. (Sumber: Ist)

KONEQ.ID – Pelatih Tim Nasional (Timnas) Sepakbola Indonesia, John Herdman, mengaku kagum dengan atmosfer dan intensitas supporter saat pertandingan melawan Saint Kitts and Nevis, pada laga FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

“Ini pengalaman pertama saya bermain di kandang di Indonesia. Para pemain sudah bercerita tentang atmosfer dan intensitas supporter. Itu luar biasa, benar-benar luar biasa,” ungkap Herdman dalam sesi konferensi pers pascalaga.

Kemenangan Indonesia atas Saint Kitts and Nevis dengan skor 4-0 menjadi perbincangan seantero penggemar sepakbola dalam negeri. Pasalnya, kehadiran John Herdman sebagai pelatih baru ini membawa angin segar dan berhasil membangkitkan kembali gairah dukungan kepada Timnas Indonesia.

“Saya pernah berada di banyak stadion di Amerika Utara dan Eropa, tapi ini (Gelora Bung Karno) sangat spesial. Saya harap supporter bisa datang lagi hari Senin (Indonesia vs Bulgaria). Kami sangat membutuhkan mereka. Mereka bisa jadi faktor penentu dalam pertandingan itu,” ungkap Herdman.

Ia juga menyampaikan keinginannya bersama Timnas Indonesia ke depan mampu menjadi generasi pertama yang membawa Indonesia ke ajang Piala Dunia. Menurutnya, perjalanan karir sepakbola tidak akan selalu mulus. Ia pun meyakinkan Timnas Indonesia perlu dibangun bersama.

“Atmosfer di sini sangat unik. Lagu kebangsaan sangat kuat, dan koneksi dengan fans terasa langsung. Apa yang terjadi setelah pertandingan juga sangat spesial. Saya belum pernah melihat hal seperti itu. Kami ingin menyatukan seluruh negeri melalui tim ini. Kami akan memberikan segalanya untuk fans,” ujar Herdman.

Herdman mengingatkan Timnas Indonesia dari pertandingan ini masih memerlukan perbaikan. Salah satu menurutnya terkait kedisiplinan dan kekompakan yang harus terus terjaga dari awal sampai akhir laga.

“Di 15 menit awal, kami terlalu bersemangat. Pemain bermain sendiri-sendiri. Kalau itu terjadi melawan Bulgaria, kami bisa kalah cepat. Mereka akan menghukum kami. Jadi kami harus disiplin sejak menit pertama. Tidak bisa menunggu 10-15 menit untuk menyatukan permainan,” tandasnya.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

HumanioraIndex

Gubernur Sulteng Lepas Parade Go Skateboarding Day 2026, Dorong Lahirnya Atlet Dunia

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, didampingi Ketua KONI Sulteng...

IndexKeuangan

Satgas PASTI Sulteng Tertibkan Usaha Gadai Ilegal: Imbau Masyarakat Waspada

KONEQ.ID – Satuan Tugas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal Provinsi Sulawesi Tengah (Satgas...

EkoBizIndex

Perhotelan di Palu Kondusif Pasca Gempa: Keamanan dan Kenyamanan Jadi Prioritas

KONEQ.ID – Aktivitas perhotelan di Kota Palu terjaga kondusif pasca gempa tektonik...

EkoBizIndex

Santika Indonesia Hotels & Resorts Tawarkan Staycation di The Anvaya Beach Resort Bali

KONEQ.ID – Santika Indonesia Hotels & Resorts menawarkan staycation gratis di The...