Home Pemerintah Pemkot Palu Dukung Pemanfaatan Kelor, Kelo’i Mangge Luncurkan Produk Khas Daerah
PemerintahIndex

Pemkot Palu Dukung Pemanfaatan Kelor, Kelo’i Mangge Luncurkan Produk Khas Daerah

36
Pemkot Palu Dukung Pemanfaatan Kelor Kelo I Mangge Luncurkan Produk Khas Daerah Koneq
Wakil Wali Kota Palu bersama jajaran PT Kelo'i Mangge. (Sumber: Retno)

KONEQ.ID – Pemerintah Kota Palu (Pemkot Palu) mendukung pemanfaatan kelor sebagai produk usaha khas daerah. Dukungan itu ditunjukan Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin saat menghadiri peluncuran produk tersebut, berlangsung di kantor distributor PT Kelo’i Mangge, Jalan Bulu Masomba, Senin (16/2/2026).

Wakil Wali Kota Palu menyatakan bahwa pemerintah Kota Palu sangat mengapresiasi produk-produk yang dihasilkan PT Kelo’i Mangge, terutama yang menggunakan kelor merah yang hanya tumbuh di wilayah Kawatuna. Menurutnya, ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi Kota Palu.

“Alhamdulillah, pemanfaatan kelor merah ini memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat, membuka lapangan kerja bagi warga, khususnya di wilayah Kawatuna, serta berpotensi menurunkan angka kemiskinan,” ujar Imelda.

Setelah melalui proses perizinan yang panjang, PT Kelo’i Mangge resmi meluncurkan tujuh produk berbahan dasar kelor yang telah memperoleh izin produksi dan izin edar dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Produk tersebut meliputi kapsul herbal, minyak kelor, bubuk kelor, masker kelor, produk perawatan kulit berbahan kelor, kopi kelor, dan teh kelor.

Komisaris PT Kelo’i Mangge, Basir Tanasir, menyampaikan rasa syukur atas diterbitkannya seluruh legalitas usaha. Ia menegaskan bahwa pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan usaha berbasis UMKM di daerah.

“Kami mengembangkan kelor merah yang merupakan satu-satunya di Indonesia, bahkan mungkin di dunia, dan saat ini hanya tersedia di Palu. Inilah potensi besar yang terus kami kembangkan,” ujar Basir.

Basir melanjutkan, proses produksi PT Kelo’i Mangge melibatkan petani lokal. Hingga kini, sebanyak 80.000 pohon kelor telah ditanam sebagai bagian dari upaya penyediaan bahan baku.

“Tantangan terbesar saat ini adalah mengubah pola pikir masyarakat agar mau membudidayakan kelor secara serius”, katanya.

Selain itu, PT Kelo’i Mangge juga telah menjalin kerja sama dengan tiga negara, yakni Korea, Jepang, dan Australia, bahkan melakukan kunjungan langsung ke lokasi produksi untuk meninjau potensi yang ada.

Meski demikian, Basir mengakui bahwa tantangan utama dalam rencana ekspor adalah ketersediaan bahan baku, mengingat permintaan dari luar negeri dapat mencapai lebih dari satu ton per bulan.

(kq/rr)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

OJK BEI dan KSEI Tuntanskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia Koneq Media Integra
KorporatIndex

Perubahan Kebijakan Saham Free Float dan Tata Kelola Perusahaan Mulai Berlaku

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesi (BEI) telah melakukan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor...

Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR BPN Nusron Wahid di UIN Datokarama Palu Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Menteri ATR/BPN Sebut Sulteng Baru Capai 27 Persen Sertifikasi Tanah Wakaf

KONEQ.ID –  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sertifikasi...

Efendi Lakada Resegmentasi Bisnis Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran Pemerintah Agung Ramadahan Koneq Media Integra
KorporatIndex

Resegmentasi Bisnis, Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran

KONEQ.ID – General Manager Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu, Efendy...

Archipelago International Hotel Aston Palu Sajikan Autentik Street Food Seoul Koneq Media Integra Hotel Aston Palu Sijeuni Palu
KorporatIndex

Archipelago International-Hotel Aston Palu Sajikan Autentik Street Food Seoul

KONEQ.ID – Hotel Aston Palu menyajikan cita rasa autentik street food Seoul,...