Home Index Danantara Batasi Injeksi BUMN, Fokus Nilai Tambah dan Ekspansi Bisnis
IndexKorporat

Danantara Batasi Injeksi BUMN, Fokus Nilai Tambah dan Ekspansi Bisnis

132
Kepala Danantara sekaligus Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, berkunjung ke Kediaman pribadi Presiden Prabowo, di Hambalang Bogor. (Sumber: Sekretaris Kabinet/Bisnis.com)

KONEQ.ID – PT Danantara Asset Management (Persero) memberikan sinyal untuk membatasi porsi injeksi modal yang bersifat penyelamatan bagi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di tahun 2026 ini.

Managing Director Danantara Asset Management, Febriany Eddy menjelaskan bahwa setelah melewati tahun pertama yang didominasi oleh upaya penyehatan sejumlah BUMN, Danantara kini akan mengalihkan fokus pada penciptaan nilai tambah serta mendorong ekspansi bisnis emiten negara.

“Sekarang tahun kedua harusnya sudah lebih berkurang yang begitu. Tapi kita lebih masuk ke yang value creation, seperti tadi ekspansi, kemudian ada hilirisasi,” tuturnya dikutip dari Bisnis dalam diskusi daring yang digelar Rabu (14/1/2026).

Langkah itu diambil agar Danantara dapat menjalankan fungsi operasional dalam meningkatkan daya saing BUMN menuju korporasi kelas dunia.

Febriany juga menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi periode transformasi perusahaan pelat merah untuk melakukan langkah-langkah strategis, yang lebih produktif ketimbang sekadar bertahan hidup.

Selain pengetatan modal, Danantara juga tengah menyiapkan peta jalan ambisius untuk memangkas jumlah BUMN dari semula lebih dari 1.000 perusahaan menjadi hanya sekitar 200 perusahaan.

Skema yang disiapkan meliputi merger, likuidasi, hingga privatisasi bagi unit bisnis yang dinilai tidak sehat tetapi masih memiliki nilai monetisasi.

“Jika ada pihak yang berminat dan bisa melakukan monetisasi lebih baik, opsi jual bisa dilakukan. Yang jelas itu target yang sangat ambisius,” ucap Febriany.

Sepanjang perjalanannya, Danantara tercatat telah memberikan suntikan modal kepada tiga emiten BUMN besar. Pertama, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) menerima total Rp23 triliun yang terdiri dari pinjaman pemegang saham (shareholder loan) sebesar Rp6,65 triliun dan modal tunai Rp17 triliun.

Kedua, PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) mendapatkan dukungan berupa shareholder loan senilai Rp4,93 triliun. Ketiga, PT Kimia Farma Tbk. (KAEF) juga menerima kucuran dana segar melalui skema serupa senilai Rp846 miliar.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...