Kedua negara bertukar pandangan terkait penguatan kerja sama keamanan maritim, logistik, pemeliharaan, serta berbagai peluang kerja sama pertahanan dan teknologi.
“Menhan RI dan Menhan Jepang menegaskan komitmen untuk menindaklanjuti berbagai kesepahaman yang telah dicapai serta memperkuat koordinasi guna memastikan implementasi kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang berjalan secara konstruktif, saling menguntungkan, dan sesuai dengan kepentingan nasional masing-masing negara,” tutur Kepala Biro Infohan Kemhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait.
Lebih lanjut, Indonesia ingin mengongkretkan kerja sama peralatan dan teknologi pertahanan. Termasuk transfer teknologi atau transfer of technology (ToT) kapal destroyer kelas Asagiri. Keinginan itu disampaikan Menhan Sjafrie saat menemui Menhan Koizumi di Tokyo, Jepang, pada Jumat (5/6) lalu.
Namun, Rico mengatakan bahwa rencana ToT kapal Asagiri belum menemui kesepakatan dalam pertemuan di Kertanegara tersebut.
“Belum ada keputusan terkait hibah maupun pengadaan kapal destroyer Asagiri. Yang dibahas adalah berbagai peluang kerja sama pertahanan Indonesia–Jepang, termasuk di bidang maritim dan peralatan pertahanan, yang masih memerlukan kajian dan pembahasan lebih lanjut oleh kedua pihak,” kata Rico dalam keterangannya.
**
Penulis: Agung Ramadhan


Leave a comment