Home Index IMIP Gelontorkan Investasi Rp552 Triliun Sejak Tahun 2015 Hingga 2024
IndexKorporat

IMIP Gelontorkan Investasi Rp552 Triliun Sejak Tahun 2015 Hingga 2024

85
Direktur Komunikasi PT IMIP Emilia Bassar dan Direktur Operasional PT IMIP Irsan Widjaja. (Sumber: Dok. Media Relations PT IMIP).

KONEQ.IDPT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terhitung sepanjang tahun 2015 hingga periode Agustus 2024 telah menggelontorkan dana investasi jumbo mencapai US$ 34,3 miliar atau setara Rp 552,2 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.100.

Dilansir dari keterangan resminya, Direktur Komunikasi IMIP Emilia Bassar mengatakan, bahwa total investasi yang telah digelontorkan oleh pengelola kawasan industri di Morowali, Sulawesi Tengah tersebut terhitung hingga Agustus 2024 ini.

“Ini datanya untuk akumulasi investasinya dari 2015 sampai 2024 itu senilai US$ 34,3 miliar. Kemudian dengan konversi sekarang ya, jadi teman-teman bisa hitung dengan konversi sekarang ini 16.100 untuk US$ 1-nya,” ujarnya dalam acara Press Briefing PT IMIP di kantornya, Jakarta, Rabu (18/12/2024).

Berdasarkan paparannya, investasi yang digodok oleh pihaknya terus meningkat dari tahun 2022. Dari tahun 2022 hingga 2023 investasi perusahaan meningkat sebesar US$ 0,54 miliar setara 8,69 triliun. Sedangkan, investasi dari tahun 2023 ke tahun 2024 ini meningkat sebesar US$ 4,16 miliar setara Rp 6,69 triliun

Tidak hanya itu, Emilia menyebutkan pihaknya sudah menyetorkan kewajiban untuk negara berupa pajak hingga US$ 1,16 miliar setara Rp 18,56 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.000 per US$. Emilia mengatakan jumlah setoran pajak tersebut terhitung untuk tahun 2023 lalu.

“(Pajak) yang sudah kita bayar ke negara di 2023 US$ 1,16 miliar, jadi sekitar Rp 16 T atau mungkin sampai menuju ke Rp 17 T ya. Bisa ga 17T? Mungkin ya, dikali Rp 16.000 sekarang ini ya kursnya,” ujarnya.

Emilia menyebutkan pada tahun 2022 lalu pihaknya juga sudah menyetorkan pajak pada negara mencapai US$ 1,32 miliar setara Rp 21,12 triliun. Sedangkan, untuk tahun 2021, pihaknya menyetorkan pajak pada negara sebesar US$ 655 juta setara Rp 10,48 triliun.

Selain itu, Emilia menyebutkan saat ini pihaknya telah menghitung devisa hasil ekspor yang dihasilkan oleh pihaknya hingga November 2024 ini sebesar US$ 14,45 miliar setara Rp 232,6 triliun dengan asumsi kurs Rp 16.100 per US$.

“Lalu untuk devisa ekspor, itu juga hingga November 2024 nilainya sudah mencapai US$ 14,45 miliar,” bebernya.

Dalam paparannya, devisa hasil ekspor perusahaan terhitung lebih tinggi yakni pada tahun 2023 sebesar US$ 15,49 setara Rp 249,3 triliun. Sedangkan, untuk tahun 2022 devisa hasil ekspor perusahaan terhitung mencapai US$ 15,03 miliar setara Rp 241,9 triliun.

(kq/gx)

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

HumanioraIndex

PWI Morut Gelar UKW Perdana, Dorong Peran Strategis Media dan Profesionalitas Wartawan

KONEQ.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Morowali Utara (Morut) menggelar kegiatan...

IndexKeuangan

LPS Ungkap 15 Juta Warga RI Usia Produktif Tak Punya Rekening Bank

KONEQ.ID – Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengungkapkan hingga saat ini masih ada...

IndexPemerintah

Gubernur Sulteng Jajaki Peluang Ekspor dan Wisata di Pasar Timur-Tengah

KONEQ,ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid menjajaki peluang kerja sama...

EkoBizIndex

Ketergantungan Impor Energi Jadi Bukti Kerentanan Ekonomi Indonesia

KONEQ.ID – Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) menyatakan...