Home Index Terima Kunjungan Dubes UEA, Gubernur: Pemprov Sulteng Buka Ruang Bagi Investor
IndexPemerintah

Terima Kunjungan Dubes UEA, Gubernur: Pemprov Sulteng Buka Ruang Bagi Investor

76
Abdulla Salem AlDhaheri dan Anwar Hafid saling berbagi cenderamata. (Foto: Pemprov Sulteng)

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) menerima kunjungan Duta Besar (Dubes) Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulteng, Selasa (4/8/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Sulteng Anwar Hafid menyampaikan bahwa ini menjadi momentum penting untuk membuka peluang investasi yang lebih luas dari Uni Emirat Arab ke Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, ini kunjungan yang sangat berarti. Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insha Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” ujar Gubernur dalam keterangan resminya.

Ia menyampaikan, Pemprov Sulteng membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, khususnya dari Uni Emirat Arab, untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap investasi dari Uni Emirat Arab dapat segera masuk dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar UEA, Abdulla Salem AlDhaheri menegaskan, ketertarikan negaranya terhadap potensi investasi di Sulawesi Tengah. Ia menilai daerah ini memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui kerja sama strategis.

“Kami melihat banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral,” ungkap Dubes UEA.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kedua pihak telah sepakat untuk bergerak cepat melalui pembentukan tim bersama guna mempercepat realisasi investasi.

“Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” tegasnya.

Selanjutnya Pemprov Sulteng juga berencana melakukan pertemuan lanjutan untuk mempresentasikan secara lebih rinci empat sektor utama, yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.

Gubernur menambahkan, Sulawesi Tengah tidak hanya menawarkan potensi sumber daya alam, tetapi juga kesiapan dalam mendukung investasi, termasuk komitmen terhadap pengembangan energi terbarukan dan penyediaan infrastruktur pendukung.

“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Selain itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menawarkan peluang investasi di sektor kesehatan, yakni pembangunan rumah sakit bertaraf internasional, guna menjawab kebutuhan layanan kesehatan berkualitas di kawasan Indonesia timur.

Pertemuan ini ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. Keduanya optimis kolaborasi ini akan membawa dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi dan pembangunan Sulawesi Tengah.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...