KONEQ.ID – Chief Executive Officer (CEO) Microsoft Satya Nadella mengingatkan perusahaan agar tidak bergantung sepenuhnya pada satu model kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Dilansir dari Bloomberg Technoz, menurut Nadella, pendekatan tersebut dapat menjadi risiko bagi keberlangsungan bisnis di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.
Ia pun mengatakan perusahaan perlu membangun sistem yang mampu memanfaatkan berbagai model AI, alih-alih mengunci seluruh operasional pada satu penyedia layanan.
“Perusahaan yang mempercayakan seluruh kebutuhan AI mereka kepada satu laboratorium AI besar kemungkinan tidak akan bertahan,” kata Nadella, seperti dikutip TechCrunch, melansir program Fareed Zakaria GPS di CNN, Selasa (29/7/2026).
Nadella menyarankan perusahaan sebaiknya memiliki lapisan sistem atau AI gateway yang dapat menghubungkan berbagai model AI sekaligus mengelola metadata, aturan bisnis, serta konteks penggunaan AI di dalam organisasi.
Dengan pendekatan tersebut, perusahaan akan lebih mudah beralih ke model AI lain apabila teknologi yang lebih baik muncul di kemudian hari.
Ia menilai bahwa perkembangan AI berlangsung sangat cepat sehingga tidak ada jaminan satu model akan selalu menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, kemampuan untuk mengadopsi dan mengintegrasikan berbagai model AI dinilai menjadi strategi yang lebih berkelanjutan.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah semakin ketatnya persaingan industri AI. Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, Anthropic, Meta, hingga xAI terus berlomba mengembangkan model AI dengan kemampuan yang semakin beragam.
Meski Microsoft merupakan investor utama OpenAI dan telah mengintegrasikan teknologi AI ke berbagai produknya, termasuk Copilot dan Azure AI, Nadella menegaskan ekosistem AI tidak akan bergantung pada satu model saja.
Menurut Nadella, perusahaan akan lebih diuntungkan jika membangun sistem yang fleksibel sehingga dapat memanfaatkan model AI terbaik sesuai kebutuhan.
Pandangan tersebut juga mencerminkan perubahan strategi di kalangan pelaku industri, yang kini mulai mengadopsi pendekatan multi-model AI.
Alih-alih hanya mengandalkan satu penyedia, perusahaan dapat menggunakan model yang berbeda untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembuatan kode, analisis data, layanan pelanggan, hingga otomasi proses bisnis.
**
Editor: Agung Ramadhan












Leave a comment