Home EkoBiz Bloomberg: 5 Pekerjaan Paling Diburu Perusahaan di Era Kecerdasan Buatan AI
EkoBizIndex

Bloomberg: 5 Pekerjaan Paling Diburu Perusahaan di Era Kecerdasan Buatan AI

42
Papan iklan AI milik Robert Bosch GmbH (Foto: Shen/Bloomberg)

KONEQ.ID – Bloomberg Technoz melaporkan bahwa perusahaan saat ini membutuhkan tenaga kerja yang memiliki kemampuan di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Hal ini seiring dengan meningkatnya dan semakin masifnya adopsi teknologi tersebut di berbagai sektor industri.

“Tak hanya profesi teknis, AI kini juga menjadi keterampilan yang dibutuhkan di bidang pemasaran, keuangan, sumber daya manusia (SDM), hingga manajemen proyek,” tulis Bloomberg Technoz dalam laporannya dikutip Kamis (23/7/2026).

Laporan Coursera mengungkapkan, nilai pasar AI global diperkirakan melonjak dari sekitar US$371,7 miliar (setara Rp6.632 triliun) pada 2025 menjadi lebih dari US$2,4 triliun (setara Rp42.907 triliun) pada 2032. Pertumbuhan tersebut turut mendorong lonjakan permintaan tenaga kerja dengan keterampilan AI.

Mengutip data Indeed Hiring Lab, jumlah lowongan kerja yang mencantumkan kemampuan AI meningkat 134% sepanjang Februari 2020 hingga akhir 2025.

“Di sisi lain, kesenjangan kompetensi masih menjadi tantangan. World Economic Forum (WEF) menilai banyak profesional menyadari AI akan mengubah masyarakat, namun belum sepenuhnya memahami dampaknya terhadap pekerjaan mereka. Proses peningkatan keterampilan atau upskilling relatif berjalan lebih lambat,” ungkap Bloomberg.

Laporan tersebut menyebut literasi AI menjadi salah satu kompetensi paling dicari pada 2026. Selain itu, perusahaan juga membutuhkan kemampuan teknis seperti prompt engineering, machine learning, analisis data, hingga tata kelola dan etika AI.

Berikut lima profesi yang diperkirakan Bloomberg paling dibutuhkan seiring berkembangnya industri AI:

AI Engineer

Profesi ini bertugas mengembangkan, melatih, dan mengoptimalkan algoritma AI menggunakan bahasa pemrograman seperti Python maupun Java.

AI engineer juga dapat berfokus pada riset untuk menciptakan model baru atau mengembangkan penerapan AI di berbagai sektor. Selain kemampuan pemrograman, profesi ini membutuhkan pemahaman mengenai machine learning, deep learning, hingga rekayasa data.

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...

IndexKorporat

The Gentlemen Klaim Rampok dan Miliki Data Digital Pertamina

KONEQ.ID – The Gentlemen merampok dan mengklaim kepemilikan data digital Pertamina, yang...

HumanioraIndex

Insiden Warga Palu Terlilit Kabel Internet: Telkom Siap Bertanggung Jawab

KONEQ.ID – Kabel jaringan internet yang semrawut dan melintang di badan jalan...