KONEQ.ID – Fédération Internationale de Football Association (FIFA) telah mengajukan proposal gerakan anti rasisme dan telah disetujui oleh 211 anggota asosiasi pada tahun 2024. Hasilnya, FIFA membuat aturan isyarat ‘X’ dengan menyilangkan tangan sebagai sinyal jika terjadi pelecehan rasis.
Laporan GulfNews menyampaikan, bahwa di Piala Dunia 2026 ini para pemain memiliki cara ampuh untuk mengecam pelecehan rasis.
“Isyarat tangan menyilang membentuk huruf ‘X’ dapat memicu reaksi berantai yang cukup kuat untuk menghentikan sementara, menangguhkan, atau bahkan membatalkan pertandingan,” tulis GulfNews dikutip Rabu (8/7/2026).
Ini adalah bagian dari gerakan FIFA yang lebih luas, “Sikap Global Melawan Rasisme,” dan ini disertai dengan aturan yang benar-benar mengubah cara pertandingan berlangsung.
Sebelumnya, FIFA melakukan pemungutan suara di seluruh asosiasi anggotanya, dan disetujui dengan suara bulat, membuka jalan bagi protokol terpadu di seluruh dunia untuk menangani pelecehan rasis.
“Sejak saat itu, wasit diharapkan untuk mengaktifkan protokol tiga langkah FIFA, sebuah sistem eskalasi terstruktur yang dirancang untuk memberikan perlindungan kepada pemain secara langsung, bukan setelah kerusakan terjadi, seperti yang dijelaskan oleh Inside.fifa.com.” jelas GulfNews dalam laporannya.
Tahapan FIFA Respon Sinyal X
Langkah 1: Hentikan permainan
Respons pertama adalah interupsi langsung saat pertandingan berjalan. Begitu wasit melihat sinyal tersebut, atau menerima konfirmasi dari pemain atau petugas, pertandingan dapat dihentikan.
Pengumuman di stadion kemudian menyusul, menjelaskan mengapa pertandingan dihentikan dan memperingatkan bahwa pelecehan yang berkelanjutan dapat memperburuk situasi.
Langkah 2: Hentikan pertandingan
Jika keadaan tidak membaik setelah pertandingan dilanjutkan, maka pertandingan akan memanas. Para pemain diinstruksikan untuk menuju ruang ganti, dan pertandingan secara resmi dihentikan. Pengumuman lain dari stadion menyusul, menjelaskan konsekuensi jika pelecehan berlanjut.
Langkah 3: Pengabaian
Jika situasi masih belum tenang setelah upaya penghentian dan memulai kembali pertandingan, wasit dapat menghentikan pertandingan sepenuhnya.
Ini adalah opsi nuklir, yang hanya diambil setelah berkonsultasi dengan pejabat terkait dan ketika dianggap aman untuk melakukannya. Namun, keberadaannya saja sudah dimaksudkan sebagai pencegah.
Tindakan Rasis Akhiri Pertandingan
Dalam merespon sinyal X setelah melakukan 3 langkah tersebut, wasit juga dapat mengakhiri pertandingan. Tindakan ini merupakan bagian dari “Sikap Global FIFA Melawan Rasisme” yang lebih luas, yang dibangun berdasarkan lima pilar utama:
Pertama, aturan dan sanksi yang lebih ketat untuk pelanggaran rasisme di seluruh asosiasi anggota; Kedua, Protokol tindakan di lapangan, seperti menghentikan dan membatalkan pertandingan; Ketiga, Mendorong penuntutan pidana terhadap perilaku rasis di seluruh dunia.
Keempat, Inisiatif pendidikan yang ditujukan untuk sekolah dan pemain muda; dan Kelima, Sebuah Kelompok Suara Pemain yang terdiri dari 16 mantan pemain profesional dari semua benua untuk memberikan saran dan memantau kebijakan.
**
Editor: Agung Ramadhan












Leave a comment