Home Humaniora Warga Gaza Mengungsi Akibat Perang, Saksikan Piala Dunia di Tengah Reruntuhan
HumanioraIndex

Warga Gaza Mengungsi Akibat Perang, Saksikan Piala Dunia di Tengah Reruntuhan

1
Warga Gaza nonton pertandingan piala dunia, di Nuseirat. (Sumber: Arab News/AP)

KONEQ.ID – Warga Gaza yang mengungsi akibat perang, berupaya untuk turut menyaksikan pertandingan piala dunia FIFA 2026, meski kondisi yang terbatas dan berada di tengah reruntuhan bangunan kota Gaza, Palestina.

Laporan media, Arab News, mengabarkan pengalaman warga Gaza yang sangat berantusias dan berinisiatif untuk menyaksikan piala dunia pertandingan sepakbola dari berbagai negara.

“Fadi Al-Arawi, seorang pemain sepak bola di Liga Utama Gaza, belum bisa bermain sejak olahraga profesional dihentikan akibat pecahnya perang lebih dari dua tahun lalu. Seperti kebanyakan warga Gaza, Fadi bahkan tidak lagi memiliki rumah tempat ia bisa menonton Piala Dunia di TV”, tulis Arab News dalam keterangannya dikutip Rabu (16/6/2026).

Fadi Al-Arawi berdiri dalam kegelapan di depan laptop yang berkedip-kedip, mencoba mendapatkan sinyal internet untuk menonton pertandingan. Ia bersama sekelompok warga Gaza di sebuah ruangan sekolah yang diubah menjadi tempat penampungan mengungsi akibat agresi militer Israel.

“Lihat, ini internet, koneksinya mulai terputus dan pertandingannya bahkan belum dimulai,”katanya kepada Reuters di Khan Younis saat drone Israel berdesing di atas kepala.

“Bisakah Anda mendengar drone-drone itu? Kita mungkin hidup atau mati, kita mungkin dibom.” Lanjut Fadi Al-Arawi.

Sementara itu, Alaa Babli, warga Gaza yang mengelola sebuah kafe, memasangkan jalur listrik alternatif dan baterai cadangan. Ia memastikan siaran pertandingan larut malam masih dapat ditayangkan melalui generator listrik.

Selain itu, Hani Abu Rizq, yang datang untuk menonton pertandingan, mengatakan bahwa warga Gaza tidak pernah bebas dari rasa takut saat berada di tempat umum.

“Kafe ini bisa menjadi sasaran. Sesuatu di sebelah saya bisa menjadi sasaran dan saya bisa kehilangan nyawa. Tetapi terlepas dari semua penderitaan yang kami alami, kami akan terus bertahan, dan kami akan menonton pertandingan,” ungkap Hani Abu Rizq.

Dari sumber informasi yang sama, Asosiasi Sepak Bola Palestina mengatakan 1.000 atlet termasuk di antara 73.000 warga Palestina tewas oleh serangan Israel dalam perang sejak 2023, mulai dari anak-anak dan amatir di semua cabang olahraga hingga wasit dan profesional.

Israel juga telah menghancurkan sekitar 285 fasilitas olahraga, beberapa diratakan sepenuhnya dengan buldoser, dan yang lain dibom. Pasukan Israel juga mengubah stadion menjadi kamp penahanan.

Stadion Al-Yarmouk di Kota Gaza, tempat Fadi Al-Arawi dan para pesepakbola profesional lainnya pernah bermain di depan ribuan penonton, kini menjadi kota tenda bagi keluarga pengungsi.

**

Editor: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Tanggap Gempa 6,7 SR, Hotel KHAS Palu Pastikan Tidak Ada Kendala

KONEQ.ID – General Manager Hotel KHAS Palu, Denny Supriatna, memastikan bahwa tidak...

IndexKorporat

Sponsor Piala Dunia 2026 Ditaksir Tembus Rp50,4 Triliun

KONEQ.ID – Sponsor piala dunia FIFA 2026 ditaksir tembus senilai USD2,8 miliar...

EkoBizIndex

Hotel BW Plus Coco Palu Beroperasi Normal Pasca Gempa Magnitud 6,7

KONEQ.ID – Manajemen Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu mengatakan bahwa...

HumanioraIndex

Gempa Magnitud 6,7 Berpusat di Torue, BMKG Berikan Himbauan ke Masyarakat Sulteng

KONEQ.ID – Gempa tektonik dengan magnitude 6,7 terjadi pada pukul 11.27 WITA,...