KONEQ.ID – Pengamat ekonomi senior, Ferry Latuhihin, merespon tudingan miring yang kerap dialamatkan kepadanya sebagai “antek asing” dan agen dari miliarder investor kelas dunia, George Soros.
Isu tersebut mencuat melalui sebuah tayangan podcast (siniar) analis politik sekaligus Dosen Universitas Paramadina, Hendri Satriyo. Dalam kesempatan itu, Ferry merespon dengan nada kelakar yang spontan memecah suasana ketika Hendri menanyakan secara langsung terkait tudingan tersebut.
“Lo katanya agen Soros?” tanya Hendri blak-blakan, memancing konfirmasi langsung dari Ferry, dikutip Warta Ekonomi, Senin (1/6/2026).
Mendengar pertanyaan tersebut, Ferry Latuhihin justru meresponnya dengan tertawa lepas dan memberikan jawaban nyeleneh.
“Gue agen koran, hahah!” jawab Ferry, sembari menampik tuduhan tersebut.
Ferry mengakui bahwa tuduhan “antek asing” atau “agen Soros” memang kerap datang dari “warganet” karena pandangan kritisnya kepada pemerintah.
Menurut Ferry, fenomena ini terjadi karena masyarakat cenderung menyukai narasi yang bombastis ketimbang substansi ekonomi.
“Orang kita tuh senang hal-hal yang sensasional, jadi nyari-nyari sensasi. Agen Soros-lah, agen beras-lah, agen pulsa-lah, gak ada lah,” ujar Hendri kepada Ferry.
Lebih lanjut, Ferry menjelaskan bahwa menuduh seseorang menjadi “agen” George Soros menunjukkan ketidakpahaman tentang cara kerja pasar keuangan global dan bagaimana Soros bergerak.
Ia menegaskan bahwa figur sekaliber Soros tidak membutuhkan jaringan “agen rahasia” untuk merontokkan ekonomi sebuah negara.
Menurut Ferry, Soros hanya memanfaatkan celah dari kebijakan ekonomi suatu negara yang fundamentalnya sudah rapuh. Ia mencontohkan Soros bergerak murni sebagai spekulan pasar keuangan. Jika sebuah negara tidak mengelola ekonominya dengan baik, pasar akan otomatis menyerang.
Hal lainnya juga, lanjut Ferry, seperti peristiwa bersejarah Black Wednesday tahun 1992 ketika Soros melakukan short-selling massal terhadap mata uang Pound sterling.
“Attacking Bank of England,” cetus Ferry.
Sementara itu, dari sisi manfaat dari manuver Soros, secara tidak langsung, aksi Soros menjadi “alarm” keras bagi bank sentral di seluruh dunia untuk menjaga kestabilan makroekonomi mereka.
“Soros itu gak perlu agen-agenan. Kalau (ekonomi) rapuh, diserang spekulatif, jebol diserang sama dia. Soros ada manfaatnya. (Jika suatu negara) gak mengurus ekonominya dengan baik, bakal dihajar,” tutup Ferry.
**
Penulis: Agung Ramadhan


Leave a comment