Home Index Menkeu Purbaya Optimis Pelemahan Rupiah Tak Akan Ganggu Ekonomi
IndexPemerintah

Menkeu Purbaya Optimis Pelemahan Rupiah Tak Akan Ganggu Ekonomi

71
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa. (Sumber: Bloomberg Technoz/Andrean)

KONEQ.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimis bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi belakangan hingga saat ini, tidak serta-merta akan mengganggu kondisi fiskal maupun aktivitas ekonomi nasional.

Menkeu Purbaya meyakinkan bahwa pemerintah telah memperhitungkan risiko depresiasi rupiah yang tercermin dalam penyusunan anggaran, sehingga kondisi fiskal tetap terjaga.

“Kami telah menghitung depresiasi rupiah mendekati level saat ini, jadi anggaran saya masih oke meskipun rupiah melemah ke level saat ini,” jelasnya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Minggu (31/5/2026), dilansir dari Bloomberg Technoz.

Purbaya menjelaskan, pada dasarnya, fundamental perekonomian yang kuat pada akhirnya akan membuat mata uang negara tersebut turut menguat. Oleh sebab itu, ia berfokus untuk memastikan pertumbuhan ekonomi domestik terus berjalan kuat dalam jangka pendek, menengah, dan panjang.

“Saya percaya investor, terutama investor asing atau FDI [foreign direct investor], akan suka berinvestasi di negara yang menawarkan pertumbuhan paling menjanjikan di kawasan ini,” ucap Purbaya.

Apalagi, pertumbuhan ekonomi Indonesia belakangan berada di posisi kedua tercepat di negara G-20 setelah India. Kemudian, kondisi geopolitik global di Timur Tengah yang kian mereda turut memberikan harapan positif ke depan.

Hal ini menandakan prospek ekonomi kuat, sehingga pelemahan nilai tukar rupiah belum menjadi penghambat terhadap aktivitas ekonomi di dalam negeri.

“AS, Iran, dan Israel sangat dekat untuk mencapai kesepakatan, bukan? Jadi prospek perdamaian, kondisi global yang lebih baik ada di sana. Dan saya percaya dalam dua atau tiga bulan ke depan akan jauh lebih baik daripada sekarang.”

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026) lalu, rupiah memang masih terdepresiasi 0,48% ke posisi Rp17.874 per dolar AS, sekaligus menjadi posisi terlemah sepanjang sejarah.

Sepanjang Mei, mata uang republik secara bertahap melemah dan tercatat membukukan depresiasi 2,91%. rupiah pun sah melemah tiga bulan beruntun. Sejak awal tahun, rupiah juga telah susut hampir 7%.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

EkoBizIndex

Ekonomi Diprediksi Tumbuh 6 Persen di 2027, Menkeu Proyeksikan 2,4 juta Lapangan Kerja Baru

KONEQ.ID – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memproyeksikan 2,4 juta lapangan kerja...

IndexPemerintah

Sulteng Buka Peluang Kerja Sama Jerman di Sektor Pertanian hingga Mineral

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) membuka peluang kerja sama...

HumanioraIndex

POPDA XXIV Sulteng 2026 Resmi Dimulai, Gubernur Tekankan Prestasi dan Sportivitas

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, secara resmi membuka Pekan...

IndexKeuangan

OJK Sebut Kontribusi Pindar Untuk UMKM Semakin Meningkat

KONEQ.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kontribusi Pinjaman Daring (Pindar/fintech lending)...