KONEQ.ID – Dubai Holding telah mengumumkan kolaborasi dengan Microsoft untuk menanamkan kecerdasan buatan (AI) dalam operasionalnya. Hal tersebut juga menempatkan keduanya sebagai perusahaan pertama yang menerapkan AI di kawasan Timur Tengah-Afrika.
GulfNews melaporkan bahwa kolaborasi ini mencerminkan strategi Dubai Holding untuk mengintegrasikan teknologi canggih ke dalam model operasionalnya dan sejalan dengan ambisi Uni Emiret Arab (UEA) yang lebih luas untuk memimpin adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor.
“Dubai Holding akan mengintegrasikan AI ke dalam proses operasional dan kerangka kerja pengambilan keputusan di seluruh bisnisnya. Termasuk real estat, perhotelan, ritel, hiburan, investasi, dan manajemen komunitas,” tulis Gulf dalam laporannya dikutip Selasa (19/5/2026).
Dubai Holding mengatakan bahwa karyawan di seluruh grup akan memiliki akses terhadap AI, yang memungkinkan mereka untuk menerapkan kemampuan teknologi tersebut secara langsung.
“Ini termasuk penerapan agen AI yang dirancang untuk mengotomatiskan tugas rutin, menyederhanakan alur kerja, dan meningkatkan produktivitas serta efisiensi operasional”, jelasnya.
Dubai Holding menambahkan bahwa peluncuran tersebut akan didukung oleh program pelatihan dan pemberdayaan yang terstruktur. Termasuk lokakarya dan pengembangan studi kasus praktis, yang bertujuan untuk memastikan adopsi AI yang konsisten.
Ambisi AI UEA
Lebih lanjut, mereka mengatakan bahwa inisiatif ini berkontribusi pada agenda transformasi digital Dubai yang lebih luas dan mendukung kerangka kerja nasional. Termasuk Strategi AI Nasional UEA 2031 dan Peta Jalan AI Dubai.
“Kemitraan ini merupakan bagian dari strategi yang lebih luas untuk memajukan kecerdasan buatan melalui kolaborasi dengan perusahaan teknologi global, termasuk bisnis patungan yang sudah ada, Aither, dengan Palantir Technologies,” terangnya
Amit Kaushal, Chief Executive Officer Grup Dubai Holding, mengatakan bahwa teknologi tetap menjadi inti dari cara grup tersebut beroperasi dan menciptakan nilai di seluruh bisnisnya.
“Kolaborasi kami dengan Microsoft mencerminkan langkah yang disengaja dalam menanamkan kecerdasan buatan ke dalam operasi inti kami, sejalan dengan ambisi transformasi digital Dubai yang lebih luas,” kata Kaushal.
Brad Smith, Wakil Ketua dan Presiden Microsoft, mengatakan bahwa fase selanjutnya dari kecerdasan buatan akan ditentukan oleh bagaimana organisasi menerapkannya dalam skala besar untuk mendorong produktivitas dan nilai jangka panjang.
“Peran kami adalah untuk mendukung pelanggan seperti Dubai Holding dengan platform dan kemampuan yang dibutuhkan untuk mengintegrasikan AI secara aman ke dalam operasional mereka. Sekaligus memajukan inovasi yang bertanggung jawab, yang bermanfaat bagi karyawan, bisnis, dan perekonomian secara luas,” kata Smith.
**
Penulis: Agung Ramadhan



Leave a comment