KONEQ.ID – PT Stockbit Sekuritas Digital turut menggaungkan literasi sebagai pintu masuk untuk memulai berinvestasi, terutama di Pasar Modal. Hal tersebut senada dengan program edukasi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).
Head of Public Relation & Corporate Communication PT Stockbit Sekuritas Digital, William, menyampaikan bahwa edukasi dan literasi berlaku bagi seluruh masyarakat agar lebih mengenal dan memahami pasar modal serta layanan aplikasi dari perusahaan sekuritas.
“Intinya kami berpegang pada apa yang OJK dan Bursa Efek selalu gaungkan, bahwa pintu masuk investasi itu ada di literasi. Salah satunya yang kita buat melalui event seperti ini,” terang William usai kegiatan SPM BEI bersama DPP Apindo Sulteng, di Aula Milenium Park Palu, Senin (20/4/2026).
SPM atau Sekolah Pasar Modal merupakan program edukasi investasi bagi pemula yang diselenggarakan oleh BEI. Program ini bertujuan meningkatkan literasi keuangan dengan mengenalkan produk pasar modal, seperti saham, reksadana, dan lainnya.
Dalam kegiatan tersebut, William mewakili PT Stockbit Sekuritas Digital sebagai pemateri, menjelaskan pengetahuan keuangan dasar sebelum memulai investasi, hingga penggunaan dan layanan aplikasi, seperti Stockbit dan Bibit.
“Hal pertama dan utama dari segi keamanan. Terdapat fitur-fitur seperti 2FA, biometrik, imbauan mengenai penjaga data pribadi, dan lain sebagainya. Itu kami buat berdasarkan masukan dan feedback dari pengguna. Sambil menjaga realibilitas dari platform,” jelas William.
Ia menerangkan berbagai fitur aplikasi yang tersedia untuk membuat pengguna tetap aman dan mudah dalam bertransaksi. Menurutnya, pengalaman pengguna menjadi keutamaan bagi perusahaan sekuritas untuk menciptakan loyalitas investor.
“Sebenarnya dalam ranah ini ketika seseorang itu senang berinvestasi di tempat kami, dan merasa itu mudah dan aman, maka akan tercipta loyalitas,” ujarnya.
William mengungkapkan bahwa pihaknya menjangkau pengguna dari berbagai daerah di Indonesia melalui sistem KYC secara elektronik. Meski demikian, menurutnya, bertemu dan berkomunikasi langsung juga penting sebagai upaya untuk membangun komunitas yang kuat.
“Kalau kita melihat statistik, perkembangan pasar modal terkonsentrasi di pulau jawa. Tetapi teman-teman di daerah-daerah juga berhak mendapatkan edukasi dan servis yang sama. Jadi ketika mendapatkan kesempatan ke Sulteng ini saya juga merasa senang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan ini, William juga berharap yang terbaik bagi kemajuan perekonomian di Indonesia sehingga turut berdampak terhadap pasar modal dan seluruh masyarakat secara umum.
“Kami adalah sekuritas dengan investor ritel. Jadi kami tumbuh seiring dengan perekonomian Indonesia yang tercermin dari perilaku investor ritel. Saya berharap teman-teman di sini dengan jumlah Gen Z dan milenial yang banyak juga dapat menjadi basis pengguna Stockbit,” pungkasnya.
**
Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment