Home Index Inflasi Sulteng Konsisten Melonjak Signifikan di Awal Tahun 2026
IndexPemerintah

Inflasi Sulteng Konsisten Melonjak Signifikan di Awal Tahun 2026

132
Kantor BPS Sulteng, di Jalan Moh. Yamin, Palu. (Sumber: Ist)

KONEQ.ID Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami lonjakan angka inflasi secara signifikan di periode awal tahun 2026 sekaligus tercatat masuk dalam daftar 10 daerah Provinsi dengan inflasi tertinggi di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi Sulteng pada periode Februari 2026 secara tahunan atau year on year (YoY) sebesar 5,33% dan berada di atas angka nasional, yaitu 4,76% pada periode yang sama. Data tersebut diungkap dalam Berita Rilis Statistik (BRS) BPS, pada Senin (2/3/2026).

Terpantau di awal tahun 2026 ini Sulteng konsisten melampaui angka inflasi nasional dan ambang batas target inflasi, yang mana sebelumnya pada Januari 2026 secara tahunan inflasi Sulteng sebesar 4,55% dan nasional sebesar 3,55%.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan dengan berkoordinasi bersama Bank Indonesia (BI) menetapkan target inflasi pada tahun 2026 sebesar 2,5±1% atau 3,5%. Dalam hal ini BI mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter (suku bunga), sementara Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID) mengelola pasokan dan distribusi barang.

Menurut data BPS, penyumbang inflasi pada Februari 2026 (YoY) di Sulteng, yaitu kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan bobot sebesar 16,03% serta andil inflasi 2,25%. Kemudian tercatat 3 dari 13 daerah Kabupaten/Kota di Sulteng dengan inflasi tertinggi, yaitu Toli-toli (7,60%), Luwuk (6,35%), dan Kota Palu (5,22%).

Diketahui sebelumnya, pada Kamis (26/2) lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) telah melakukan rapat bersama TPID kabupaten/kota se-Sulteng untuk menekan inflasi di awal tahun 2026.

“Kondisi ini menjadi sinyal kuat agar seluruh unsur TPID se-Sulteng, menerapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini,” kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido dikutip dari AntaraNews.

Sementara itu, laporan BPS mengatakan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 (YoY) secara umum menunjukkan kenaikan. Adapun BPS mencatat secara nasional penyumbang utama andil inflasi, yaitu tarif listrik, emas perhiasan, ikan segar, daging ayam ras, dan beras.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Seputar ekonomi, bisnis, dan lainnya. Ayo terhubung, dan berdampak!

Related Articles

IndexPemerintah

Presiden Prabowo Komitmen Ciptakan Pasar Modal Indonesia Lebih Kredibel

KONEQ.ID – Presiden Prabowo Subianto berkomitmen untuk menciptakan pasar modal Indonesia yang...

HumanioraIndex

Kemenbud Kunjungi PWI Sulteng: Persiapan Temu Narasi Syekh Yusuf Al-Makassari

KONEQ.ID – Direktorat Promosi Kebudayaan, Direktorat Jenderal Diplomasi, Promosi dan Kerja Sama...

IndexKorporat

WhatsApp Ramai Diblokir, Waspadai Modus Pengambilalihan Akun

KONEQ.ID – Sejumlah pengguna WhatsApp mengalami pemblokiran akun dalam dua pekan terakhir....

IndexPemerintah

Gubernur Anwar Hafid Dorong Sulteng Jadi “Raja Durian Dunia”

KONEQ.ID – Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng), Anwar Hafid, berambisi menjadikan Sulteng sebagai...