Home Pemerintah Inflasi Sulteng Konsisten Melonjak Signifikan di Awal Tahun 2026
PemerintahIndex

Inflasi Sulteng Konsisten Melonjak Signifikan di Awal Tahun 2026

35
KONEQ MEDIA INTEGRA Kantor BPS Sulteng Dok. Istimewa
Kantor BPS Sulteng, di Jalan Moh. Yamin, Palu. (Sumber: Ist)

KONEQ.ID Sulawesi Tengah (Sulteng) mengalami lonjakan angka inflasi secara signifikan di periode awal tahun 2026 sekaligus tercatat masuk dalam daftar 10 daerah Provinsi dengan inflasi tertinggi di Indonesia.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi Sulteng pada periode Februari 2026 secara tahunan atau year on year (YoY) sebesar 5,33% dan berada di atas angka nasional, yaitu 4,76% pada periode yang sama. Data tersebut diungkap dalam Berita Rilis Statistik (BRS) BPS, pada Senin (2/3/2026).

Terpantau di awal tahun 2026 ini Sulteng konsisten melampaui angka inflasi nasional dan ambang batas target inflasi, yang mana sebelumnya pada Januari 2026 secara tahunan inflasi Sulteng sebesar 4,55% dan nasional sebesar 3,55%.

Pemerintah melalui Menteri Keuangan dengan berkoordinasi bersama Bank Indonesia (BI) menetapkan target inflasi pada tahun 2026 sebesar 2,5±1% atau 3,5%. Dalam hal ini BI mengendalikan inflasi melalui kebijakan moneter (suku bunga), sementara Pemerintah melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) dan Daerah (TPID) mengelola pasokan dan distribusi barang.

Menurut data BPS, penyumbang inflasi pada Februari 2026 (YoY) di Sulteng, yaitu kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga dengan bobot sebesar 16,03% serta andil inflasi 2,25%. Kemudian tercatat 3 dari 13 daerah Kabupaten/Kota di Sulteng dengan inflasi tertinggi, yaitu Toli-toli (7,60%), Luwuk (6,35%), dan Kota Palu (5,22%).

Diketahui sebelumnya, pada Kamis (26/2) lalu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) telah melakukan rapat bersama TPID kabupaten/kota se-Sulteng untuk menekan inflasi di awal tahun 2026.

“Kondisi ini menjadi sinyal kuat agar seluruh unsur TPID se-Sulteng, menerapkan langkah-langkah antisipatif sejak dini,” kata Wakil Gubernur Sulteng Reny A. Lamadjido dikutip dari AntaraNews.

Sementara itu, laporan BPS mengatakan bahwa perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2026 (YoY) secara umum menunjukkan kenaikan. Adapun BPS mencatat secara nasional penyumbang utama andil inflasi, yaitu tarif listrik, emas perhiasan, ikan segar, daging ayam ras, dan beras.

**

Penulis: Agung Ramadhan

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Articles

Pemprov Sulteng Komitmen Percepat Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Pemprov Sulteng Komitmen Percepat Strategi Penurunan Emisi Gas Rumah Kaca

KONEQ.ID – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah (Pemprov Sulteng) berkomitmen mempercepat upaya penurunan...

OJK BEI dan KSEI Tuntanskan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal Indonesia Koneq Media Integra
KorporatIndex

Perubahan Kebijakan Saham Free Float dan Tata Kelola Perusahaan Mulai Berlaku

KONEQ.ID – Bursa Efek Indonesi (BEI) telah melakukan penyesuaian Peraturan Bursa Nomor...

Menteri Agraria dan Tata Ruang ATR BPN Nusron Wahid di UIN Datokarama Palu Koneq Media Integra Agung Ramadhan
PemerintahIndex

Menteri ATR/BPN Sebut Sulteng Baru Capai 27 Persen Sertifikasi Tanah Wakaf

KONEQ.ID –  Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR/BPN) Nusron Wahid mengungkap sertifikasi...

Efendi Lakada Resegmentasi Bisnis Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran Pemerintah Agung Ramadahan Koneq Media Integra
KorporatIndex

Resegmentasi Bisnis, Hotel BW Plus Coco Palu Siasati Dampak Kebijakan Anggaran

KONEQ.ID – General Manager Hotel Best Western (BW) Plus Coco Palu, Efendy...